Tunjuk Ketua RW, Lurah Sei Lekop Didemo Warga

908
Pesona Indonesia
Warga saat demo di Kantor Lurah Sei Lekop. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga saat demo di Kantor Lurah Sei Lekop.
Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan warga dari RW 10, kelurahan Sei Lekop, berunjuk rasa di depan Kantor Lurah Sei Lekop, Selasa (15/3). Mereka protes dengan pemilihan ketua RW 10 atas nama Joko Pitoyo yang dilakukan sebelah pihak oleh perangkat RT dan sebagian tokoh masyarakat yang pro kepada Joko.

Dalam aksi unjuk rasa itu, warga meminta agar pemilihan ketua RW 10 diulang dan dilakukan secara demokrasi yang melibatkan semua warga. “Katanya RT yang milih, RT milih mewakili warga yang mana, kami merasa tak mewakili,” kata Budi Tarigan, warga RW 10, Selasa (15/3).

Tanpa adanya sepengetahuan warga setempat, lanjut Budi, Joko yang merupakan ketua RW lama sudah menjabat tiga tahun, secara tiba-tiba dikabarkan kembali menjabat sebagai RW yang baru.

“Masa jabatan pak RW yang lama sudah habis sebulan lalu, tiba-tiba dia jadi RW lagi. Siapa yang angkat dia dan kapan pemilihannya?,” ujar Rian warga lainya.

Warga memintah agar lurah Sei Lekop, Lanaja mempertimbangkan hal itu dan jangan memberikan SK sebelum adanya keterlibatan warga dalam pemilihan. “Kami menunggu kebijakan pak lurah memberi keputusan tetang pemilihan ini,” ungkap warga lainnya.

Aksi protes warga itu, cukup beralasan sebab, selama ini warga sudah cukup dibuat kesal dengan kelakukan Joko. Untuk pengurusan administrasi dan surat-surat dipersulit. “Pembangunan gedung posyandu sampai sekarang tak tahu kemana arahnya. Tak jelas semua,”sebut warga lainnya.

Hasan Basri, warga RT 01 menambahkan, Joko sebelum menjadi ketua RW setelah adanya pemekaran RW 10, warga sepakat mengangkat Joko secara aklamasi untuk memimpin RW 10, kemudian pada periode kedua Joko kembali dipilih oleh enama RT menjadi RW 10 dan pada periode ketiga ini joko kembali dipilih tokoh masyarakat dan RT, namun sebagian warga menolak.

“Sekarang periode ke tiga malah dia bilang bonus dari lurah. Ada apa ini, demokrasi kok pake bonus,”papar Hasan.

Aksi demo tersebut berhasil diredam setelah Lurah Sei Lekop, Lanaja menemui mereka. Kepada warga Lunaja mengaku akan menyelesaikan persoalan itu secepatnya dan untuk keamanan bersama, sementara waktu kepengurusan RW 10 diambil alih pihak kelurahan.

“Saya minta kita semua tenang dulu. Sementara dalam waktu tiga bulan dan akan kita putuskan bagai proses tersebut bisa di selesaikan,” kata Lanaja.

Kepada wartawan Lanaja menuturkan, persoalan itu dipicu karena ada dua kubu diantara yang pro dan kontra di tengah warga RW 10, sehingga perlu adanya penyelesaian yang lebih baik kedepannya.

Terpisah, Joko Pitoyo, saat dikonfirmasi membantah semua tuduhan warga itu. Bahkan dia menyebutkan bahwa statusnya sebagai ketua RW baru sudah sah sesuai dengan pemilihan yang dilakukan tokoh masyarakat dan perangkat RT di RWnya.

“Pak lurah saja bilang sah sudah sesuai dengan peraturan perwako, apa lagi yang mau dipermasalahkan,” ujarnya.

Dia menyebutkan semua prosedur pemilihan terhadap dirinya sebagai ketua RW periode ke tiga itu sudah sesuai prosedur dan dianggap sah oleh lurah meskipun belum menerima SK sebagai RW yang baru. (cr14)

Respon Anda?

komentar