Usai Tusuk Polisi, Rumah Terduga Anggota ISIS Digeledah di Karimun

604
Pesona Indonesia
Polisi bersenjata lengkap mengawal penggeledahan rumah kontrakan terduga anggota ISIS di Kampung Tengah, Lubuk Semut, Karimun, Selasa (15/3). foto:sandi/batampos
Polisi bersenjata lengkap mengawal penggeledahan rumah kontrakan terduga anggota ISIS di Kampung Tengah, Lubuk Semut, Karimun, Selasa (15/3). foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Jajaran Polres Karimun terus mendalami kasus penikaman anggota Polsek Kota Tanjungbalai Karimun pada Senin (14/3) lalu. Polisi juga menyelidiki dugaan keterlibatan pelaku berinisial A dengan organisasi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS).

Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dari pelaku. Polisi juga sudah menggeledah rumah kontrakan A di Kampung Tengah, Kelurahan Lubuk Semut, Karimun, Selasa (15/3).

“Kami belum mendapatkan keterangan yang jelas dari pelaku. Karena keterangannya selalu berubah-ubah,” kata Made.

Untuk itu, Polres Karimun juga akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku. Dalam hal ini Polres Karimun meminta bantuan psikiater dari Polda Kepri.

Namun untuk sementara, polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis. Antara lain dengan pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Selain itu, kata Kapolres, A juga dijerat dengan pasal 351 KUH-Pidana tentang penganiyaan dan juga ditambah dengan pasal 211 dan 214 KUH-Pidana tentang perbuatan melawan petugas.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengakui membenci polisi karena sering membaca artikel di situs propaganda yang menjelek-jelekkan polisi.

“Tapi kami belum bisa menyimpulkan bahwa A adalah simpatisan ISIS,” kata Kapolres lagi.

Sementara itu, M Yusuf selaku Ketua RT 03 RW 02 Kampung Tengah, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Karimun, mengaku tak mengenal A meski dia tinggal di wilayahnya. Sebab, kata dia, selama ini A belum pernah melaporkan status domisilinya.

“Saya baru tahu kalau ada pria yang dicari polisi tinggal di lingkungan saya. Bahkan, saat polisi menunjukkan foto yang bersangkutan saya tidak kenal, karena tidak pernah melapor,” paparnya.

Seorang tetangga A yang enggan disebut namanya mengatakan, A merupakan warga baru di Blok C tersebut. Dia baru saja datang dari Malaysia pada Rabu (9/3) lalu.

Sebelum A datang, kata dia, ibu dan kakak A sudah lebih dulu menghuni kontrakan tersebut. Selama ini A memang jarang berkomunikasi dengan warga sekitar. Dia hanya keluar rumah saat hendak salat di masjid.

“Kalau dilihat dari penampilannya, sepertinya dia orang baik-baik,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, A ditangkap karena menikam anggota Polsek Kota Tanjungbalai Karimun, Senin (14/3) lalu. Saat itu, A datang dengan membawa tas rangsel di punggungnya. Tiba-tiba dia menikam Bripka Risdana yang saat itu sedang berada di pos penjagaan Polsek Kota Tanjungbalai Karimun. Beruntung, korban tak mengalami luka serius.

Korban dibantu polisi lainnya langsung mengamankan A. Meski sempat melawan, A akhirnya bisa dilumpuhkan. Saat diperiksa, di dalam tas A terdapat kapak yang masih baru dan beberapa barang lainnya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar