Warga Pinggiran Tanjungpinang, Puluhan Tahun Belum Nikmati Listrik PLN

545
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Di tengah perkembangan pembangunan Kota Tanjungpinang, ternyata masih banyak warga yang belum sepenuhnya dapat menikmati listrik. Salah satunya adalah warga di perkampungan Sungai Sudep Kelurahan Dompak.

“Keadaannya memang miris,” ujar Ketua RT 2 RW 3 Kampung Sungai Sudep, Abdul Hamid, Selasa (15/3).

Selain wilayahnya, satu wilayah yang berdekatan dengan Kampung Sungai Sudep, yaitu Lembah Rantau Batu Sembilan juga memiliki kondisi serupa. “80 persen warga yang belum dialiri listrik ada di Sungai Sudep,” ujarnya. Dikatakan Hamid, sebagian besar warganya sudah mendiami daerah tersebut sejak tahun 1985 silam.

Selama ini, pihaknya sudah berkali-kali mengajukan permohonan pemasangan listrik ke PLN. Dari upaya tersebut, di akhir tahun 2014 akhirnya dilakukan pemasangan oleh PLN. “Sudah dipasang tahun 2014 akhir lalu. Tapi hanya sebagian kecil saja. Sedangkan yang lain pakai genset,”ujarnya.

Hamid berharap kepada PLN untuk memprioritaskan pemasangan listrik kepada warga kecil di Kota Tanjungpinang. “Yang kasihan anak-anak sekolah, sulit belajar mereka. kasihan orang tuanya yang tidak mampu dan berharap banyak kepada anak-anaknya untuk memperbaiki masa depan,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Rahma membenarkan, warga Kampung Sungai Sudep telah berkali-kali mengajukan permohonan kepada PLN. warga tersebut juga meminta bantuan kepadanya untuk menyampaikan hal itu langsung ke pihak PLN Cabang Tanjungpinang.

“Awal September 2015 saya menemui GM PLN Cabang Tanjungpinang yang lama, yaitu Pak Majudin dan ditanggapi baik. Kemudian akhir Desember 2015 saya menghadap lagi dengan menyerahkan permohonan 57 KK dan langsung ditanggapi oleh biro listrik,” ujar Rahma.

Kemudian, tepat pada bulan Januari 2016 lalu, ia kembali bertemu dengan GM PLN Area Tanjungpinang yang baru, yaitu Armunanto menanyakan perihal progres pengajuan 57 KK yang telah diajukan. “Alhamdullilah disambut baik dan langsung difollow up ke Manager Rayon Bintan Center,” ujarnya.

Tapi, kata Rahma, dari 57 KK yang diajukan, saat ini baru 10 KK saja yang baru bisa menikmati listrik. “Saya berharap yang lain segera dipasang,” ujarnya.

Rahma juga meminta pihak PLN Area Tanjungpinang untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan listrik bagi warga kecil. Sebab di kawasan tersebut terdapat komplek perumahan baru yang telah dialiri listrik. “Dahulukan kepentingan listrik warga kecil,” ujarnya.

Kendati begitu, Rahma memberi apresiasi terhadap upaya PLN yang pada akhirnya mengaliri listrik kepada sebagian warga Kampung Sungai Sudep tersebut.

Manager Rayon Bintan Center, Rieska Faniza mengatakan, akan menindaklanjuti KK yang belum dialiri listrik tersebut. “Sepengetahuan saya, itu tinggal dipasang. Tapi akan saya lihat lagi datanya,” ujar Rieska yang baru seminggu ini menjabat itu.

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Rahma juga mengatakan, selain Kampung Sungai Sudep, ada kawasan lain yang juga belum dialiri listrik, yaitu Kampung Haji, Kelurahan Seijang. “Kawasan tersebut juga telah diusulkan untuk dialiri listrik. Dan sedang salam tahap pengkabulan oleh PLN,” ujar Rahma.

Selama ini, kata Rahma, banyak warga yang mengeluhkan kondisi listrik. Utamanya yang belum dialiri listrik sama sekali. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar