1.247 Pelanggan PLN di Karimun Mendapat Subsidi Pemerintah

526
Pesona Indonesia
Petugas PLN Rayon TBK ketika melakukan pengecekan daya 900 VA di Karimun dengan jumlah pelanggan mencapai 1247. foto:tri haryono/batampos
Petugas PLN Rayon TBK ketika melakukan pengecekan daya 900 VA di Karimun dengan jumlah pelanggan mencapai 1.247. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mencabut subsidi listrik bagi pelanggan PT PLN (Persero) berdaya 900 VA. Pelanggan PLN bersubsidi tersebut, sudah terdaftar di TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Dengan tarif listrik sebesar Rp600 per kWh, sudah termasuk subsidi dari pemerintah.

”Benar dari Kementerian ESDM berencana mencabut subsidi listrik berdaya 900 VA. Tapi, kalau di Karimun tidak ada karena sudah tepat sasaran yang menikmati listrik bersubsidi mencapai 1.247 pelanggan,” jelas Manager PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun Dedi Januar, di Tanjungbalai, kemarin (16/3).

Dedi mengaku, pihaknya sudah melakukan survey ulang beberapa waktu lalu. Pelanggan tersebut benar-benar membutuhkan daya listrik 900 VA, sebab rata-rata rumahnya cukup sederhana dan layak menerima listrik bersubsidi. Jadi, pemerintah telah memberikan subsidi listrik kepada masyarakat yang kurang mampu dengan tepat. Tujuannya, sebagai langkah akurasi PLN terhadap kebijakan tarif listrik bersubsidi bisa benar benar dirasakan masyarakat kurang mampu.

”Kalau untuk wilayah kita sih, tidak ada masalah sudah tepat pelanggan listrik bersubsidi,” ungkapnya.

ia mengingatkan walaupun mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah, pelanggan harus ikut juga melakukan penghematan listrik. Seperti mematikan lampu pada siang hari atau matikan lampu di ruangan yang tidak dipergunakan. Sehingga, tidak terjadi pemborosan energi yang berdampak membengkaknya subsidi listrik oleh pemerintah.

”Pokoknya, pelanggan PLN harus hemat energi listrik lah,” kata Dedi lagi. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar