Dana Hibah 2016 Hanya untuk Pembangunan Masjid, Tidak Ada untuk Organisasi

1935
Pesona Indonesia
Ketua DPRD Natuna, Yusripandi . foto:aulia rahman/batampos
Ketua DPRD Natuna, Yusripandi . foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Ketua DPRD Natuna, Yusripandi menyebutkan, pemerintah daerah tidak memperioritaskan anggaran dana hibah pada APBD 2016.

“Tahun ini dana hibah hanya untuk rumah ibadah, tidak ada lagi hibah kepada organisasi dan lembaga,” kata Yusripandi kemarin.

Menurutnya, tahun 2015 lalu dana hibah bisa disalurkan kepada lembaga membantu kegiatan pemerintah di beberapa sektor.

Bahkan tahun ini organisai plat merah katanya, seperti KNPI, KONI, PKK, karang taruna dan Pramuka juga tidak menerima bantuan dana hibah.

“Terdapat aturan diaturan dalam Permendagri tidak membolehkan, apalagi anggaran APBD Natuna terus defisit,” kata Yusripandi.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Natuna Marzuni mengatakan, semestinya larangan mengalokasikan dana hibah bisa dipilah pilah. Misalnya pada kegiatan MTQ terdapat pengecualian. Karena dalam bentuk kegiatan, banyak hambatan ditemui.

Menurutnya, terbenturnya aturan permendagri, banyak pihak mengeluhkan soal anggaran dalam pelaksanaan MTQ. Karena semuanya dalam bentuk anggaran kegiatan. Sementara dalam persiapan diperlukan biaya bahkan pengadaan.

“Dalam aturan permendagri dilarang menghibahkan anggaran kepada lembaga secara terus menerus. Mestinya ada pengecualian alokasi dana hibah, supaya pada agenda tertentu bisa berjalan lancar, misal saja MTQ, yang bingung sekarang pihak kecamatan,” kata Marzuni.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar