Dihantam Gelombang dan Angin, Kapal Karam, Seluruh Penumpang Selamat

964
Pesona Indonesia
ilustrasi kapal tenggelam
ilustrasi kapal tenggelam

batampos.co.id – Kapal dengan nama KM Mityra Bahari GT 4 yang sedang berlayar di Perairan Tanjung Sebatak, Kecamatan Tebing pada Selasa (15/3) malam pukul 22.40 WIB tenggelam setelah dihantam gelombang 1,5 meter dan angin kencang.

”Dari laporan anggota kita yang sedang melaksanakan patroli rutin bahwa pada pukul 22.30 WIB ada telepon masuk dari masyarakat yang meminta bantuan untuk evakuasi atau bantuan penyelematan karena ada kapal pompong yang tenggelam. Kebetulan anggota kita sedang berada di perairan Karimun sebelah timur. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti,” ujar Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Fahmi Fiandra, Rabu (16/3).

Kapal patroli Sat Polair, lanjutnya, memang tidak berukuran besar tetapi masih bisa berlayar dengan maksimal dalam cuaca yang buruk. Mereka sempat mencari-cari posisi yang tepat, tetapi akhirnya berhasil menemukan kapal yang karam. Saat ditemukan kondisi kapal sudah hampir seluruhnya tenggelam. Kapal patroli berhasil mengevakuasi nakhoda dan kru kapal yang berada di dalam kapal nahas tersebut.

”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh kru kapal, Rahman, Emi, Soed dan Irin berhasil dibawa ke Pos Polair Kolong. Dalam keterangan Rahman, selaku nakhoda kapal bahwa kondisi kapal kosong. Dan, rencananya kapal akan berangkat menuju ke daerah ujung Tebing, namun di tengah perjalanan dihantam angin kencang dan gelombang tinggi. Sehingga, air sudah banyak masuk ke dalam kapal dan tidak bisa dibuang lagi,” papar Fahmi.

Dari pantauan anggota Polair yang berada di lapangan, lanjutnya, kapal tidak bisa lagi diselamatkan. Karena, seluruh badan kapal sudah tenggelam ke dasar laut. Lokasi kapal tenggelam dengan pantai sekitar 1,5 mil. Sehingga, kapal yang tenggelam tersebut tidak mengganggu alur pelayaran yang melintas di sana. Apalagi, kedalaman lautnya lebih dari 20 meter. Dari kejadian ini, pihaknya menghimbau agar kapal-kapal nelayan tradisional dan speed boat jika angin kencang tidak berlayar.

”Jangan memaksa untuk turun ke laut jika kondisi tidak memungkinkan. Apalagi, dalam setengah bulan terakhir ini kita sedang dilanda angin utara. Khususnya pada malam hari. Seandainya sedang berada di laut dan tiba-tiba angin kencang, kepada kapal-kapal nelayan atau speedboat untuk mencari tempat berlindung. Ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar