Gerakan Menaman di Lingga, ASN Tanam Kelapa, Desa Tanam Kaliandra

825
Pesona Indonesia
Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos
Bupati Lingga, Alias Wello. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello mencanangkan program gerakan menanam, selain bermanfaat untuk kebaikan lingkungan juga menghasilkan pundi-pundi pendapatan bagi masyarakat. Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Awe menyarankan menanam kelapa hibrida sedangkan untuk seluruh desa yang ada dianjurkan menanam kaliandra.

Penanaman kelapa hibrida bagi seluruh ASN akan dikelola oleh koperasi milik pegawai negeri nantinya akan fokus mengurus sejak penanaman hingga produksi kelapa tersebut. Awe akan mencari salah satu pulau kosong yang ada di Kabupaten Lingga untuk dijadikan kawasan perkebunan kelapa hibrida.

“Kelapa ini bernilai ekonomis tinggi dan berjangka waktu penghasilan juga panjang,” ujar Awe saat menghadiri acara pertemuan di Taman Kota Pagoda, Dabo Singkep, Selasa (15/3).

Pengadaan bibit kelapa hibrida ini direncanakan Awe bermodal patungan dari setiap ASN yang besarannya akan dirapatkan terlebih dahulu. Namun, nanti hasil dari perkebunan kelapa hibrida tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh ASN juga.

Sedangkan untuk seluruh desa di Kabupaten Lingga, Awe berharap agar tidak menjadi agen tanah, melainkan menjadi tuan tanah. Jika kepala desa menjadi agen tanah, aku Awe, masyarakat akan terus mengalami kesulitan ekonomi karena tanah dijual kepada pihak tertentu yang mendapat keuntungan sendiri.

Sedangkan, lanjut Awe, jika kepala desa menjadi tuan tanah, artinya kades bersama masyarakat akan turut mengelola tanah tersebut yang berujung pada peningkatan penghasilan masyarakat itu sendiri.

“Saya menginginkan setiap kades menyediakan satu hektare lahan untuk menanam kaliandra yang bernilai ekonomis tinggi,” ujar Awe.

Awe juga berencana akan membawa seluruh kepala desa untuk meninjau ke sejumlah daerah penghasil kaliandra yang telah berhasil. Kunjungan tersebut ditujukan sebagai bahan pelajaran dan perbandingan bagi kepala desa dan akan menularkan pengetahuan itu kepada masyarakat.

Penanaman kaliandra menurut Awe dapat menjadi sumber penghasilan bagi desa juga masyarakat, karena tanaman penyubur tanah ini dinilai sangat ekonomis baik dari batang, daun hingga bunga yang mengandung banyak nektar.

“Bunganya sangat baik untuk ternak lebah madu,” ujar Awe.

Bupati terpilih ini juga berjanji akan mengusahakan bibit kaliandra untuk seluruh masyarakat dan desa agar dapat memanfaatkan lahan yang ada bertanam kaliandra. Dia berharap masyarakat tidak lagi hanya menunggu tapi berbuat untuk mendapat keuntungan bagi keluarga mereka sendiri baik dari segi finansial maupun mangaat lainnya. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar