Ini Kronologi Pembunuhan Chandra Gunawan

1882
Pesona Indonesia
Jenazah Chandra Gunawan di RS BP Batam. Foto: eggi/batampos.co.id
Jenazah Chandra Gunawan di RS BP Batam. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pembunuhan Chandra Gunawan (31) oleh rekannya sendiri, Jimmy Nababan (19), Rabu (16/3/2016) sekitar pukul 13.00 WIB, bermula dari saling ledek antara pelaku dan korban.

Pelaku (Jimmy) sakit hati dan langsung memukul kepala korban tiga kali menggunakan linggis. Baca Juga: Dipukul Linggis Candra Kehilangan Nyawa
 
“Pada selasa malam lalu mereka sempat saling ejek-ejekan hingga akhirnya korban marah kepada pelaku dan meludahi ke wajah pelaku,” ungkap Kapolsek Sekupang, Kompol Fery Aprizon melalui Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Buhedi Sinaga.

Lebih lanjut Buhedi menceritakan saat mereka bekerja, pelaku sempat menanyakan mesin sinso yang rusak kepada korban. Namun jawaban dari korban tidak enak dan disertai ocehan yang membuat pelaku tak nyaman.

“Kebetulan ada linggis di belakang mereka duduk, di saat itu juga pelaku langsung memukul kepala korban tiga kali,” lanjutnya.

Setelah memukul kepala korban, pelaku pun pergi meninggalkan korban begitu saja di tempat istirahat mereka bekerja.

“Saat itu pelaku juga sempat meminta dibuatkan minuman dingin sama istri korban. Setelah selesai membuatkan minuman dingin, lalu istri korban menyuruh anaknya mengantar minuman itu. Namun, sesampainya anak korban di tempat istirahat anaknya langsung teriak begitu melihat ayahnya tergeletak bersimbah darah,” terangnya.

Atas teriakan anak korban, warga sekitarpun langsung menghampiri sumber suara yang terdengar dari anak korban.

“Pelaku sempat bilang kepada warga yang datang bahwa korban terkena mesin sinso. Namun warga tidak langsung percaya, karena di dekat korban ditemukan linggis yang ada darahnya,” ujarnya.

Selanjutnya pelaku pun langsung menghubungi bosnya dan korban sempat dilarikan ke rumah sakit BP Batam untuk mendapatkan pertolongan. Tapi sayang, nyawa korban tidak dapat di selamatkan.

Ketika korban telah dipindahkan ke kamar jenazah, barulah pelaku mengakui perbuatannya, kalau dirinya telah menganiaya Candra.

“Tadi tersangka diantar langsung oleh bosnya ke Polsek Sekupang sekitar jam setengah tiga,” pungkas Ipda Buhedi Sinaga. (eggi)

Respon Anda?

komentar