Jual Sabu ke Warga Binaan, Oknum Sipir Lapas Barelang Terancam 20 Tahun Penjara

1835
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Satres Narkoba Polresta Barelang mengamankan Muhammad Azizul, oknum sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pria 27 tahun ini tertangkap tangan mengedarkan narkotika jenis sabu pada 9 Maret lalu di kawasan Sekupang.

Dari tangan pria asal Riau tersebut polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 3,17 gram. Azizul juga diketahui telah mengedarkan barang haram itu di Lapas Klas IIA Barelang. ”Oknum sipir ini tertangkap tangan bertransaksi di wilayah Sekupang,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Helmy Santika, kemarin (16/3) siang.

Helmy menambahkan, Azizul selama setahun belakangan telah mengedarkan sabu tersebut ke para warga binaan di Lapas Klas IIA Barelang. Namun, sejak enam bulan belakangan ia dimutasi menuju Lapas Anak dan kembali mengedarkan sabu. ”Karena bermasalah, oknum ini dimutasi atasannya. Di Lapas anak dia mengedarkan sabu ke warga sipil setelah lepas dinas,” tuturnya.

Menurut Helmy, sabu itu didapatkan Azizul dari seorang bandar bernama Abu Bakar. Barang haram itu dibeli Abu Bakar langsung dari Malaysia dengan melalui pelabuhan tikus. ”Dia (Abu Bakar) sebagai penyuplai barang. Dia membawa sabu kelas utama dari Malaysia,” terangnya.

Dari penangkapan Azizul, sambung Helmy, pihaknya menciduk Abu Bakar di kediamannya di wilayah Sagulung. Pihaknya juga mengamankan 10 paket sabu dengan berat 1 kilogram. ”Mereka ini satu jaringan. Dan berdasarkan pengembangan kita mengamankan bandarnya,” tegasnya.

Helmy menjelaskan Abu Bakar diketahui baru saja bertransaksi sabu seberat 1 kilogram. Sabu itu di antaranya dijual kepada pengedar di kawasan Jambi dan Batam. ”Tiga ratus gram sudah dijual ke Jambi dan sisanya kepada dua pelaku di Batam,” katanya.

Masih kata Helmy, dari pengembangan dua pelaku tersebut, pihaknya mengamankan pengedar lainnya bernama Zulkifli. Dari tangan resedivis kasus narkotika ini polisi mendapatkan barang bukti 2 gram sabu.

Dengan penungkapan ini, Helmy menegaskan akan melakukan penyelidikan terkait peredaran sabu di lingkungan Lapas. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri untuk melakukan pemeriksaan terhadap para napi dan petugas Lapas. ”Bisa saja petugas lain terlibat. Tapi kita masih menyelidikinya,” tutup Helmy.

Ditambahkan Kasat Narkoba Kompol Suhardi Hery, ketiga pelaku tersebut merupakan satu jaringan pengedar narkotika di Batam. Pelaku mengedarkan sabu kelas utama dengan total barang bukti 1,1 kilogram atau senilai Rp 1,2 miliar.

Kini, akibat perbuatannya, oknum sipir tersebut maupun Abu Bakar terancam pasal 114 tentang narkoba dengan hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara. (opi)

Respon Anda?

komentar