Kamu Bunuh Pacarmu, Penjara Seumur Hidup Layak Untukmu

986
Pesona Indonesia
Pembunuh Meme alias Jenifer, Wili (kiri) dan Budi saat sidang di PN Batam. Foto: anggie/batampos
Pembunuh Meme alias Jenifer, Weli (kiri) dan Budi saat sidang di PN Batam. Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam memvonis M Weliyadi dan Budi Wahono dengan penjara seumur hidup. Kedua remaja ini terbukti membunuh Synthia Bela alias Meme, 15, dengan sadis. Keduanya pun harus menjalani hukuman sekitar 20 tahun karena saat melakukan perbuatan sadis umur keduanya 20 tahun.

Dalam surat putusan yang dibacakan hakim ketua Syahrial Harahap menjelaskan jika majelis hakim memutuskan kedua terdakwa bersalah. Sesuai dengan fakta dan semua unsur di persidangan. Apalagi pembunuhan itu berlatarbelakang rasa cemburu Weliyadi terhadap Meme yang memiliki hubungan dengan pria lain. Padahal saat itu, ia masih menjalin kasih dengan Weliyadi.

Tak terima diselingkuhi, Weliyadi pun merencanakan pembunuhan Meme. Ia mengajak rekannya, Budi untuk melancarkan rencana sadis itu. Budi pun diminta menjemput Meme dan dibawa ke tanah kosong kawasan Tiban Global pada bulan Juli 2015 lalu. Di sana, Meme pun langsung dipukuli hingga terjatuh ke tanah.

Tak puas dengan aksi itu, kedua terdakwa kembali memegang tubuh Meme dan membekap mulutnya. Disaat bersamaan, terdakwa memukul kepala gadis berusia 15 tahun itu dengan batu hingga kepala korban mengeluarkan banyak darah dan batu tersebut hancur.

Saat Meme tak sadarkan diri, kedua terdakwa menyeret tubuh Meme ke dalam semak. Di sana, tubuh Meme disiram dengan bensin lalu dibakar.

“Hasil visum mendapati jika korban dibakar dalam keadaan hidup. Dan luka bakar menyebabkan kematian pada korban,” tegas Syahrial.

Menurut Syahrial, sebelum putusan pihaknya telah mempertimbangkan hukuman untuk terdakwa sesuai dengan unsur persidangan. Dimana hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa keji dan sadis, sehingga meresahkan masyarakat. Kedua terdakwa juga membuat trauma keluarga korban dan tak ada perdamaian.

“Sementara hal yang meringankan tidak ada,” terangnya.

Dikatakan Syahrial, karena semua unsur telah terpenuhi, maka majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Menjatuhi pidana seumur hidup,” sebut Syahrial mengakhiri.

Atas putusan itu, kedua terdakwa yang didampingi Wita, sebagai kuasa hukum menyatakan banding. “Kami banding pak hakim,” serentak kedua terdakwa. (she)

Respon Anda?

komentar