Karimun Lampau Target PIN Polio, April Dilaksanakan Lagi

905
Pesona Indonesia
Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan vaksin polio kepada balita. foto:tri haryono/batampos
Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan vaksin polio kepada balita. foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Karimun mengklaim pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Karimun yang dimulai Rab (8/3) lalu, terbilang sukses. Sebab, sasaran balita untuk mendapatkan vaksin polio sebanyak 21.281 orang atau 95 persen, ternyata melebihi target. Totalnya mencapai 22.128 jiwa atau 104 persen.

Pencapaian target berkaitan dengan diterjunkannya petugas PIN Polio sebanyak 927 orang, termasuk kader posyandu untuk memberikan pelayanan PIN Polio di seluruh Kabupaten Karimun. Sedangkan jumlah pos Imunisasi mencapai 313 tempat, ditambah pelabuhan, pasar Puan Maimun dan tempat-tempat strategis.

”Alhamdulillah, target semula hanya 95 persen. Namun, setelah hasil rekap yang kita lakukan kemarin mencapai 104 persen. Artinya, respon masyarakat untuk memberikan PIN Polio kepada anak usia 0 sampai 59 bulan positif,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Karimun Hj Sensissiana, Rabu (16/3) kemarin.

Dilihat data pada hari pertama, balita yang telah berhasil diberikan vaksin PIN Polio mencapai 5.860 jiwa. Kemudian, pada hari ke tiga meningkat menjadi 6.461 jiwa dan hari berikutnya ribuan hingga ratusan. Dengan total yang telah mendapatkan vaksin PIN Polio mencapai 22.128 jiwa atau 104 persen.

”Yang meningkat di kecamatan Meral Barat capai 160 persen. Sebab, banyak pendatang yang membawa keluarganya ke Karimun dan belum sempat dilakukan pendataan. Maklum daerah industri mobilitas orang cukup tinggi,” ucapnya.

Apabila saat ini, ada balita yang belum mendapatkan PIN Polio bisa diberikan pada bulan April mendatang. Namun, vaksin polio dari Trivalent Oral Polio Vaksin akan diganti menjadi Bivalent Oral Polio Vaksin Jenis Virus Polio Tipe 1 dan 3. Karena, virus polio tipe 2 sejak 1999 telah dieliminasi di seluruh dunia.

”Pokoknya, kita ingin bebaskan virus polio dari Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Karimun. Sehingga sebelum penggantian vaksin polio dari Trivalent menjadi Bivalent, anak Indonesia umu 0-59 bulan harus dipastikan mendapat imuniasi tambahan untuk penguatan kekebalan,” kata Sensis lagi. (tri/bpos)

Respon Anda?

komentar