Keluarga Curiga, Leher Korban juga Terdapat Bekas Lebam

1238
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Kasus tewasnya Theresia, remaja 13 tahun warga Desa Tambahan Nanjur, Kecamatan Manduamas, Tapteng yang diduga dibunuh abang iparnya masih terus diselidiki.

Kerabat korban saat ditemui di rumah duka menjelaskan, selama dua bulan terakhir Theresia memang tinggal bersamanya. Di sana, korban membantu kakaknya yang baru melahirkan.

Pria yang tak mau identitasnya disebutkan ini mengungkapkan, pihak keluarga mengetahui kejadian setelah Rohani menceritakan pengakuan korban kepada keluarganya.

“Diduga sejak kedatangan korban, pemerkosaan itu sudah terjadi. Namun karena mendapat ancaman dari pelaku, korban tutup mulut,” kata kerabat korban.

Bahkan, keluarga curiga abang iparnya yang memaksa korban meminum racun. Diduga karena tidak dituruti, pelaku kemudian mencekik leher korban saat ia tidak mau meminum racun.

“Jadi setelah minum racun, korban sempat dirawat di klinik di Desa Pangaribuan. Di sana perawat menyarankan agar korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Namun karena keluarganya orang susah, Theresia dirawat di rumah,” jelasnya.

Sejak di rumah orangtuanya, korban terus sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia.

“Kita memang miris melihat kondisi keluarga korban yang sangat miskin. Apalagi ibu korban Flora Simanjuntak (45) adalah janda. Yang pasti kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan.”

Warga lainnya yang ditemui di rumah duka, juga mengaku mendengar cerita yang dialami korban.

“Kami memang mendengar cerita itu. Sebelum meninggal, korban mengaku diperkosa dan dipaksa minum racun oleh abang iparnya. Diduga ia dipaksa minum racun karena abang iparnya takut perbuatannya terbongkar. Tapi itu cerita yang saya dengar, kebenarannya tidak tahu.”

Wanita paruh baya ini juga mengaku kaget mendengar Theresia meninggal dunia.

“Makanya kita kaget mendengar adik dari Mamak Sari (panggilan Rohani, red) meninggal. Semua warga mendengar cerita itu. Katanya ia dipaksa minum putas,” tambahnya.

Menurutnya, PP dikenal warga sebagai petani yang rajin ke ladang.

“Kerjanya hanya ke ladang, menderes dan bertani. Kita enggak menyangka kalau ia tega berbuat seperti itu,” ujarnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar