MEA Bukan Momok, Tapi Peluang dan Tantangan, Jadi Kreatif Lah!

3360
Pesona Indonesia
MEA
MEA

batampos.co.id – Bentuk kerja sama antarbangsa Asia Tenggara sudah berlaku. Diperkirakan imbas dari kerja sama ini adalah terjadinya pasar bebas tenaga kerja. Tak menutup pula pertukaran tenaga kerja asing di Kabupaten Bintan, yang berbataskan langsung dengan negara jiran. Menurut Bupati Bintan, Apri Sujadi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini mesti disambut sebagai sebuah tantangan bersama. Bukan dijadikan sebagai ketakutan terjadinya persaingan kompetitif di bidang tenaga kerja dan produk-produk lokal.

Di antara wujud keberanian menghadapi tantangan itu adalah bisa berbangga dengan produk asli Indonesia. “Harus bisa komitmen dengan sikap Indonesian First atau mengutamakan segala produk Indonesia. Dengan begitu, produk asli kita bisa bersaing dengan produk dari negara lain,” kata Apri, kemarin.

Kabupaten Bintan sendiri kini juga menjadi pasar potensial bagi sejumlah aktivitas perdagangan. Khususnya jenis perdagangan yang bersinggung langsung dengan sektor pariwisata. Kemajuan sektor pelancongan Bintan ini, jika digarap secara maksimal oleh masyarakat setempat, kata Apri, bisa menjadi ajang mengeruk keuntungan dengan membuat produk-produk khas semisal cenderamata maupun penganan ringan yang biasanya menjadi buah tangan wsiatawan.

“Tapi ya untuk itu, mau tidak mau, memang kita semua mesti terlebih dahulu bangga dengan produk lokal. Kalau kita lebih percaya pada produk asing, ya susah komoditi lokal bisa bersaing,” terang Apri.

Sementara itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan, Fiven Sumanti menilai, usaha mikro kecil menengah (UMKM) harus kreatif menyongsong pemberlakukan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) awal tahun mendatang. Daya kreatif ini akan berimbas pada kemampuan produk yang dihasilkan memiliki daya saing. “Kalau tak kreatif, nanti bisa tergilas produk dari luar (negeri, red),” kata Fiven.

Kreativitas para pelaku UMKM di Bintan bisa ditingkatkan melalui banyak hal. Fiven menilai yang paling mudah dijalankan adalah berupa kemauan keras untuk selalu memperkaya wawasan melalui referensi yang ada. Terlebih di zaman yang sarat kemajuan teknologi seperti hari ini. “Sudah memang semestinya internet itu bisa dimanfaatkan untuk belajar. Misalnya, bahan baku ubi ini bisa diolah jadi apa saja. Begitu kan pasti banyak di internet,” kata politisi perempuan asal Partai Golkar ini.

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah berupa kemampuan UMKM di Bintan agar berinovasi dalam segala hal. Tak serta-merta hanya materi produk yang dihasilkan. Tapi juga bisa menyangkut cara penyajian atau pengemasan.

Sepantauan Fiven, kemasan yang menarik adalah separuh dari cara terbaik untuk memikat calon pembeli. Karena itu, fasilitas yang telah diberikan pemerintah daerah berupa rumah kemasan (packaging-house) di Bintan Timur mesti dimaksimalkan keberadaanya. “Kan sayang saja kalau sudah dibangunkan, tapi tak digunakan. Itu semua merupakan peran pemerintah dalam menyokong kemajuan UMKM,” ujarna.

Fiven menambahkan, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat punya keinginan kuat dalam mendorong kemajuan serta kemandirian sebuah UMKM. Beberapa waktu yang lalu, rombongan Komisi III DPRD Bintan juga sudah sempat mengunjungi Kementerian UMKM. Hasilnya, kata Fiven, di sana banyak alokasi bantuan yang mestinya bisa dimanfaatkan untuk memutar roda perekonomian UMKM. Bentuknya macam-macam. Ada yang berupa bantuan uang tunai maupun alat produksi penunjang.

“Peluang seperti ini yang kerap terabaikan. Padahal saya rasa, banyak dari UMKM di Bintan sendiri yang sudah layak untuk mengajukan bantuan seperti ini,” ungkap Fiven.

Apabila sebuah UMKM sudah bisa kreatif dan inovatif, Fiven meyakini, produk-produk khas Bintan dapat bersaing dan menjadi primadona ketika gerbang pasar bebas MEA resmi dibuka. “Tentu saja. Apalagi semakin tahun geliat pariwisata di Bintan terus meningkat. Ini adalah benefit yang harus dimaksimalkan dan jangan sampai orang-orang Bintan malah jadi penonton di rumah sendiri,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar