Miris Lihat Sekolah di Daerah Ini, Tempat Duduknya Itu Loh…

742
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Batam Pos
Ilustrasi. Foto: Batam Pos

batampos.co.id – Ternyata masih saja ada sekolah negeri yang kondisinya memprihatinkan di Pekanbaru, Riau. Salah satunya Sekolah Dasar Negeri 47 Pekanbaru di Jalan Sialang Bungkuk.

Di sini, ruang belajar yang nyaman tak dijumpai. Dari 7 ruangan, dua diantaranya dinilai tidak layak. Berukuran 3×4 meter dengan tinggi 3 meter, terbuat dari papan. Bahkan dindingnya sekaligus sebagai batas pagar sekolah.

Ruang berisikan 25 murid kelas IV. Dengan ruang yang kecil, terpaksa mereka duduk sempit-sempitan. Satu ruangan belajar lainnya, bekas kantin. Kondisinya hampir sama.

Tak jauh beda dengan ruang majelis guru yang jauh dari kesan layak. Ruang itu bekas rumah penjaga sekolah. Diatur sedemikian rupa agar bisa dipakai, sekaligus jadi ruang kepala sekolah dan unit kesehatan sekolah. Saking sempitnya, tak semua guru tertampung di ruangan tersebut.

Sekolah yang pernah mendapat bantuan rehab empat tahun lalu ini, belum bisa memenuhi faktor kenyaman belajar murid yang jumlahnya mencapai 352 orang. Parah lagi ruang UKS, berada di bekas toilet yang akses masuknya hanya ditutupi selembar tirai sederhana. Bahkan satu-satunya ranjang, diletakkan tepat di atas bekas kakus.

Pustakanya tak kalah memprihatinkan. Pihak sekolah memanfaatkan celah kosong yang ada di antara kelas satu dengan kelas lainnya. Lebarnya sekitar satu meter dengan panjang sekitar enam meter. Namanya Pustaka Mini.

Kepala SDN 47 Nurlaili SPd menjelaskan, pemanfaatan celah antar bangunan untuk dijadikan pustaka adalah pilihan terakhir. Karena ruangan yang bisa dipakai untuk pustaka tidak ada lagi. “Ya akhirnya kami pakai di situ saja, yang penting ada perpustakaan,” kata Nurlaili.

Dia mengakui masih ada kelas yang belum memenuhi standar, terlalu sempit dan kondisinya kurang memadai. Sejauh ini, upaya mendapat bantuan gedung baru sudah dilakukan Nurlaili sejak tahun 2014 lalu. Namun jawaban yang ia terima, pengajuan belum bisa dipenuhi dengan alasan pemerintah belum ada anggaran. Akhirnya, ia hanya bisa bersabar.

Tahun 2016 ini, dia juga mendapat jawaban dari Dinas Pendidikan Kota da anggaran untuk perbaikan SD. Nurlaili berharap, di tahun 2017 anggaran itu sudah ada. Sehingga bangunan sekolahnya bisa diperbaiki.

Mirisnya kondisi sekolah ini mengundang komentar Anggota DPRD Pekanbaru H Zulkarnaian SE MSi. Dia mengaku sangat prihatin lantaran masih adanya sekolah di Pekanbaru yang sangat tidak layak. “Tentu ini mengganggu aktivitas belajar-mengajar siswa,” tegas politisi PPP ini.

“Tidak ada alasan tidak punya anggaran kalau memang itu untuk kepentingan masyarakat. Apalagi ini pendidikan yang akan menentukan masa depan negeri ini ke depan,” tegasnya kembali. (RPG)

Respon Anda?

komentar