Polda Kepri Mulai Pemeriksaan Kasus Korupsi di Pelindo Tanjungpinang

956
Pesona Indonesia
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Pass pelabuhan diindikasi ada praktik korupsi dan kini kasusnya ditangani Polda Kepri. foto:yusnadi/batampos
Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Pass pelabuhan diindikasi ada praktik korupsi dan kini kasusnya ditangani Polda Kepri. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Satu pekan setelah kasus dugaan korupsi uang pass pelabuhan di Pelindo dilimpahkan Polresta Tanjungpinang ke Polda Kepri, pemeriksaan terhadap para saksi dan dokumen telah dilakukan sejak Senin (14/3) lalu.

“Pemeriksaan dilakukan di Tanjungpinang,” kata Kasubdit III Ditreskerimsus Polda Kepri, AKBP Arif Budiman, Selasa (15/3).

Ia menjelaskan alasan kenapa pemeriksaan tidak di Batam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya saksi kasus dugaan korupsi Pelindo ini berada dan berdomisili di Tanjunpinang. Selain itu, lokus dari kasus ini juga di Tanjungpinang.

“Makanya saya turunkan penyidik ke Tanjungpinang,” ungkapnya.

Selain pemeriksaan saksi, pihaknya sedang menghitung-hitung kerugian negara dalam korupsi ini. “Masih dihitung, tapi tak banyak rasanya,” ujarnya.

Ia mengatakan penyidik terus melakukan pendalaman. Agar kasus ini bisa cepat diselesaikan. “Saat ini juga masih meminta keterangan di sana (Tanjungpinang,red),” ucapnya.

Kasus ini bermula adanya pengaduan dari beberapa orang masyarakat. Pelindo dituding melakukan tindakan yang melanggar aturan dalam pungutan pass masuk. Dalam laporan ke kepolisian Tanjungpinang, disebutkan pass masuk di mark up oleh oknum-oknum di Pelindo. Sehingga besarannya melebihi standar yang ada.

Mirisnya, praktik ini berlangsung semenjak tahun 2013 hingga awal 2016. Sehingga ada dugaan oknum-oknum pejabat yang bermain. Hingga terjadinya pembiaran selama tiga tahun belakangan ini. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar