Rio Haryanto Siap Hadapi Balap Perdana di Albert Park

990
Pesona Indonesia
Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Sirkuit ini akan menjadi seri pembuka Formula 1 musim 2016, 18 Maret mendatang.
Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Sirkuit ini akan menjadi seri pembuka Formula 1 musim 2016, 18 Maret mendatang.

batampos.co.id – Indonesia, lewat Rio Haryanto, akhirnya memiliki pembalap pada ajang balap tertinggi Formula 1.

Minggu (20/3) mendatang menjadi hari perdana Rio melaju di arena F1. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos (induk batampos.co.id) Candra Kurnia dengan Rio di Melbourne kemarin.

T: Apa yang kamu bayangkan tentang balapan pertamamu di F1?

J: Ini akan menjadi pekan yang tidak akan saya lupakan dalam hidup saya. Super-exciting. Ini adalah impian saya sejak umur enam tahun  untuk membalap di kelas tertinggi bagi seluruh pembalap dunia. Apalagi, saya adalah pembalap Indonesia pertama di Formula 1. Tidak  hanya untuk diri sendiri, tapi sekarang saya telah menjadi duta Indonesia di dunia internasional.

T: Nervous nggak? Saya yang mau nonton aja nervous.

J: Tentu ada. Dulu waktu di GP2 saya ke Eropa, ke mana-mana sendirian. Nggak ada orang-orang Indonesia yang ngikutin. Tapi, sekarang  semuanya ingin tahu. Itu menjadi apresiasi buat saya. Untuk mengantisipasinya, saya akan memperlakukan balapan ini seperti balapan- balapan yang sebelumnya dengan kerja keras dan usaha maksimal.

T: Bagaimana kondisi fisikmu untuk menghadapi satu balapan penuh? Selama tes belum pernah simulasi lomba full distance?  

Tidak terlalu masalah. Karena sebenarnya secara umum saya sudah mendapatkan gambaran yang jelas untuk sebuah simulasi. Memang sempat melintir dua kali, tapi itu sebagai pembelajaran untuk tidak diulang lagi.

T: Leher akan jadi tumpuan menghadapi G-Force mobil F1 yang sangat besar. Apakah latihan dua pekan terakhir cukup untuk melatih otot leher?

Latihan paling bagus malah waktu menyetir di atas mobil F1. Jadi, empat hari tes di Barcelona itu sangat krusial untuk melatih otot-otot leher. Di luar trek, kita tinggal maintain saja. Dan nanti setelah seri demi seri berjalan, saya yakin leher saya akan semakin kuat karena jam terbang yang bertambah.

T: Bagaimana komunikasi dengan tim dan race engineer? Sudah cocok?

J: Memang saya cuma punya waktu sedikit untuk komunikasi dengan tim. Apalagi, kontrak dengan Manor diteken hanya selang tiga hari jelang tes pramusim. Tapi, bisa dilihat pada waktu tes di Barcelona, waktu saya terus membaik. Selalu ada kemajuan setiap hari. Itu tidak mungkin terjadi kalau komunikasi dengan para engineer buruk. Kebetulan memang ada beberapa yang kenal sejak tahun lalu.

T: Apakah Manor akan membawa update besar pada MRT05 di seri perdana?

J: Ada. Tim bekerja keras untuk membawa upgrade mobil ke Australia. Tapi, mungkin tidak besar. Saya sudah diberi tahu akan ada  beberapa penambahan, tapi masih dirahasiakan.

T: Bagaimana dengan latihan di simulator?

J: Saya kebagian empat hari dalam dua minggu terakhir. Sehari 4-5 jam. Manor tidak punya simulator, jadi kami menyewanya. Dengan waktu itu saya rasa cukup. Kita jangan terlalu bergantung pada simulator, karena kondisi di trek bisa sangat berbeda. Apalagi menyangkut pemilihan ban dan lain-lain. Jadi, harus tetap maksimal pada Jumat atau Sabtu.

T: Merasa cocok dengan karakter Albert Park?

J: Saya suka karena banyak medium-high speed corner. Terus, saya dengar sirkuit ini tidak terlalu mengikis karet ban. Beda dengan Barcelona kemarin.

T: Kualifikasi bakal pakai format baru. Kamu merasa diuntungkan?

J: Enggak. Malah dengan format baru ini, semua pembalap akan kebingungan. Karena pembalap harus lebih cepat-cepat mendapatkan lap terbaik, dengan sistem eliminasi 7,6,5 menit. (*) 

Respon Anda?

komentar