Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus

2872
Pesona Indonesia
Kawasan Industri Batamindo, Batam. Foto: rezza/batampos
Kawasan Industri Batamindo, Batam. Foto: rezza/batampos

batampos.co.id – Fasilitas FTZ yang selama ini dinikmati para pelaku usaha di Batam, masih akan tetap dinikmati meski status Batam enam bulan ke depan berubah menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tapi ada syaratnya, fasilitas peninggalan FTZ itu hanya berlaku 5 tahun ke depan. Setelah itu dicabut.

“Ketentuan pelaksanaanya nanti akan diatur oleh Menteri Keuangan,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Kemaritiman Menko Perekonomian, Purba Robert Sianipar, Rabu (16/3/2016) seperti dilansir koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Kamis (16/3/2016)

Sebelumnya, Ketua DK Darmin Nasution saat Sosialisasi Pengembangan Kawasan Pulau Batam di Swiss Belhotel Harbour Bay, Senin (14/3/2016) lalu juga memastikan kalau fasilitas FTZ tetap bisa dinikmati pelaku usaha, namun tidak sebesar fasilitas yang didapat jika membuka usaha atau pengembangan usaha di zona KEK.

“Soal berapa lama fasilitas FTZ itu bisa dinikmati pelaku usaha di luar zona KEK, akan diatur kemudian,” kata Darmin. Namun bocoran dari staf ahlinya, menyebutkan fasilitas senyaman FTZ itu akan dinikmati maksimal lima tahun ke depan.

“Bisa jadi lebih pendek dari lima tahun,” kata Purba.

Setelah fasilitas setara FTZ dicabut, kata Purba, pelaku usaha yang mau menikmati fasilitas lebih, mau tidak mau harus merelokasi usaha atau pabrik mereka ke zona KEK yang telah ditetapkan. Jika tidak, maka fasilitas seperti bebas pajak, baik itu Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pertambahan Nilai barang mewah (PPnBM), cukai, dan fasilitas lainnya tidak akan bisa dinikmati lagi.

Lima tahun, kata Purba, waktu yang cukup untuk pelaku usaha merelokasi usahanya ke zona KEK. “Nantinya Kemenkeu dan DK Batam akan menunjuk titik-titik untuk

relokasi perusahaan di luar KEK itu,” kata Purba.

Menurutnya, saat ini sebenarnya sudah ada beberapa titik kawasan yang akan dijadikan KEK. Tapi pihak Kementerian Perekonomian belum berani menyampaikannya.

“Sudah ada pilihan lokasi-lokasi KEK, tetapi masih terus dalam pembahasan. Kita tunggu saja,” katanya. (ian/bp/nur)

Baca juga:
> Soerya: Kalau Ditugaskan (di BP Batam), Ya Terima, Itu Pengabdian
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Respon Anda?

komentar