Ada Harapan, Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen

978
Pesona Indonesia
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: istimewa
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keputusan International Monetary Fund (IMF) untuk memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata tidak menyurutkan optimisme pemerintah.

Wijayanto Samirin, staf khusus wakil presiden di bidang ekonomi dan keuangan, menilai IMF selama ini memang sering memilih proyeksi konservatif.

’’Melihat data-data awal tahun ini, semua menunjukkan optimisme,’’ ujarnya, Kamis  (17/3/2016).

Dalam laporan IMF tentang Indonesia yang dimuat dalam Article IV Consultations, institusi keuangan multilateral itu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 dari 5,1 persen menjadi 4,9 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut makin menjauh dari target pertumbuhan ekonomi 5,3 persen di APBN 2016 yang dipatok pemerintah.

Jika dibandingkan dengan institusi lain seperti Bank Dunia maupun Asian Development Bank (ADB), tutur Wijayanto, proyeksi IMF memang biasanya lebih rendah. Pemerintah masih menilai target 5,3 persen cukup realistis. Keyakinan itu didukung fakta mulai bergairahnya sektor konsumsi.

Bergeraknya sektor konsumsi terlihat dari peningkatan setoran pajak pertambahan nilai (PPN), konsumsi listrik, serta penjualan ritel. Karena memegang porsi 60 persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, pemerintah meyakini konsumsi mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

’’Itulah salah satu alasan kita tetap optimistis,’’ terang ekonom Universitas Paramadina tersebut.

Tanggapan atas asesmen IMF juga disampaikan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Senada dengan Wijayanto, dia menilai proyeksi IMF selama ini memang sangat konservatif seperti proyeksi IMF pada tahun-tahun sebelumnya. ’’Jadi, (proyeksi rendah, Red) itu sudah biasa,’’ katanya.

Meski IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, kata Bambang, yang terpenting dari asesmen tersebut adalah penilaian tentang manajemen makroekonomi Indonesia yang sudah baik. ’’Itu lebih penting daripada sekadar proyeksi pertumbuhan ekonomi,’’ ungkap Bambang.

Laporan IMF memang disertai pujian kepada Indonesia. Kepala Misi IMF untuk Indonesia Luis E. Breuer menilai kinerja ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2015 telah menunjukkan hasil yang baik. Terbukti, capaian pertumbuhan ekonomi relatif tinggi, inflasi terkendali, serta defisit neraca transaksi berjalan menurun.

’’Meski lingkungan eksternal lebih lemah, pertumbuhan ekonomi 4,8 persen di Indonesia tetap merupakan salah satu yang tertinggi di antara negara berkembang,’’ tandasnya. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar