BNN Kenakan Pasal Pencucian Uang untuk Bupati Ganteng

778
Pesona Indonesia
Tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Bupati Ogan Ilir, A.Wazir Nofiandi ditunjukkan kepada wartawan seusai menjalani tes laboratorium di Gedung BNN, Jakarta, Senin (14/03/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos
Tersangka dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Bupati Ogan Ilir, A.Wazir Nofiandi ditunjukkan kepada wartawan seusai menjalani tes laboratorium di Gedung BNN, Jakarta, Senin (14/03/2016). Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan fakta baru terkait kasus penyalahgunaan narkoba oleh Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi. ICN, pemasok narkoba untuk bupati ganteng yang kerap nyabu itu, memiliki apotek yang diduga digunakan untuk meracik narkoba.

BNN pun berniat mengenakan pasal pencucian uang kepaca ICN yang merupakan PNS sebuah rumah sakit jiwa tersebut.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mempertanyakan posisi ICN yang seorang PNS namun memiliki apotek besar di Ogan Ilir.  Menurut dia, apotek itu kemungkinan digunakan untuk berbagai tujuan. “Salah satunya ya terkait narkotika,” katanya di gedung BNN, Kamis (17/3/2016).

Ada sejumlah analisis kepemilikan apotek itu. Yang pertama, digunakan untuk mencuci uang hasil bisnis narkotika. “Hasilnya dari menjual narkotika pada konsumen dan bupati itu bisa dibikin apotek,” terangnya.

Prediksi lainnya, obat-obatan di apotek disalahgunakan untuk membuat narkoba. “Kami dalami apakah narkotika ini dibuat di apotik tersebut,” ujarnya.

Terkait kelanjutan pemeriksaan pada bupati Ogan Ilir, sudah muncul hasil tes darah dan rambut. Dalam kedua tes tersebut, Noviadi dipastikan positif menggunakan narkoba. “Hasil ini menguatkan tes urine,” ujar mantan Kabareskrim tersebut.

Tes rambut yang positif itu menunjukkan bahwa bupati Ogan Ilir telah menggunakan narkoba ?dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut menguatkan kemungkinan bupati merekayasa hasil tes kesehatan dalam pilkada. “Ya, tes ini menjadi bukti,” paparnya.

Hingga saat ini belum dipastikan bagaimana nasib bupati Ogan Ilir, apakah akan dipidana atau direhabilitasi. Kepala Humas BNN Kombespol Slamet Pribadi mengatakan, hasil assessment untuk bupati baru akan keluar Sabtu ini.

Yang pasti, pemeriksaan terhadap bupati ini diperpanjang waktunya. BNN memiliki kewenangan untuk memeriksa selama 3 hari atau 3 kali 24 jam. “Ini sudah tiga hari dan diperpanjang tiga hari lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, BNN menangkap bupati Ogan Ilir bersama empat orang lainnya. Dua diantaranya merupakan PNS. Bupati ini telah dipantau selama tiga bulan oleh BNN. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar