Denmark, Negara yang Rakyatnya Paling Bahagia di Dunia

629
Pesona Indonesia
Warga Denmark bercengkarama di sebuah taman. Negara ini dinobatkan sebagai negara yang rakyatnya paling bahagia. Sumber Foto: www.visitdenmark.co.uk
Warga Denmark bercengkarama di sebuah taman. Negara ini dinobatkan sebagai negara yang rakyatnya paling bahagia. Sumber Foto: www.visitdenmark.co.uk

batampos.co.id – Kesejahteraan dan kemapanan tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan. Setidaknya, fakta itulah yang terungkap dari hasil survei Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dan Earth Institute di Columbia University tentang negara bahagia. Yakni, negara yang penduduknya berbahagia.

Rabu waktu setempat (16/3), SDSN merilis hasil survei yang menempatkan Denmark di urutan pertama negara paling bahagia. Ya, kali ini, Denmark menjadi negara paling bahagia di seluruh dunia. Negara berpenduduk sekitar 5,6 juta jiwa tersebut mengungguli Swiss yang tahun lalu berada di urutan teratas. Tahun ini, Swiss berada di posisi kedua, diikuti Islandia.

’’Denmark bersama Swiss dan Islandia selalu menempati tiga posisi paling atas. Tahun lalu, Denmark berada di urutan ketiga setelah Swiss dan Islandia,’’ tulis SDSN dalam keterangannya.

Negara-negara Eropa mendominasi sepuluh besar negara bahagia tersebut. Tujuh dari sepuluh negara bahagia itu berada di Benua Biru. Sedangkan tiga yang lain adalah Kanada, Selandia Baru, dan Australia.

Hasil survei SDSN itu menerbitkan semangat negara-negara yang tidak masuk kategori sejahtera atau mapan. Sebab, ternyata, kebahagiaan tidak selalu diukur lewat materi. Buktinya, Denmark bisa menjadi negara paling bahagia meski tidak lebih kaya dari Amerika Serikat (AS) atau Tiongkok dan Jepang. Negeri Paman Sam yang punya segalanya itu malah hanya menempati urutan ke-13.

’’Inti kebahagiaan adalah kesetaraan masyarakat dan keselarasan dengan lingkungan,’’ kata Jeffrey Sachs, pemimpin SDSN yang juga penasihat khusus Sekjen PBB Ban Ki-moon. Pria AS itu menyebut hasil survei tersebut sebagai pesan penting bagi pemimpin negerinya. Sebab, dengan kekayaan berlimpah dan kewenangan luas, pemerintahan Presiden Barack Obama tidak bisa membuat rakyatnya bahagia.

Jika Denmark dan negara-negara Eropa menempati ranking sepuluh besar negara paling bahagia, sebaliknya dengan Syria. Republik yang sedang tercabik perang itu sudah tentu tidak bisa membahagiakan rakyatnya. Tahun ini, Syria menempati posisi kedua negara paling tidak bahagia tepat di bawah Burundi. Sedangkan Afghanistan berada di posisi keempat. (Reuters/jpgrup)

Respon Anda?

komentar