Di Batam 1.239 Orang Dipenjara, 8 Dihukum Mati, 11 Seumur Hidup

691
Pesona Indonesia
Kabid Bimdik Lasa kelas II A Batam
Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Batam, Luthfi Maulana. Foto: istimewa.

batampos.co.id – Kriminalitas di kota kecil Batam ini terbilang tinggi. Lihatklah data penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Batam. Ada 1.239 orang dipenjara, delapan divonis hukuman mati dan sebelas orang divonis seumur hidup.

“Rata-rata tersandung kasus narkoba dan pembunuhan,” kata Kasi Bina dan Didik (Binadik) Lapas Batam, Luthfi Maulana, Kamis (17/3/2016).

Diantara terpidana mati, ada dua orang wanita karena tersandung kasus pembunuhan dan narkoba.

Luthfi mengatakan mereka yang divonis hukuman mati dan seumur hidup, cenderung memiliki emosi yang tinggi. Karena mereka berfikir kasus yang dijalani terlalu berat.

“Kita selalu memberikan perhatian dan pembinaan khusus bagi mereka,” tutup Luthfi.

Mereka yang divonis hukuman mati tidak langsung dieksekusi mati karena masih ada tahapan yang bisa ditempuh. Salah satunya meminta grasi ke Presiden.

Jika semua tahapan selesai dilakukan dan tidak ada keringanan ataupun perubahan satus vonis mati, maka barulah dilakukan eksekusi. Itu pun waktunya bisa tahunan atau bahkan puluhan tahun baru dilakukan eksekusi.

Sementara itu, khusus vonis seumur hidup, banyak yang salah penafsiran. Hukuman seumur hidup adalah hukuman yang harus dijalani seseorang yang beberapa tahun, sesuai dengan umur dia saat dijatuhkan vonis.

Contohnya, jika kasus pembunuhan pelaku saat divonis berumur 40 tahun, maka dia harus menjalani hukuman penjara selama 40 tahun. Jika saat divonis seumur hidup pelaku berumur 20 tahun, maka dia harus menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.  Bukan sampai mati. (cr14)

Respon Anda?

komentar