Dinyatakan Sehat, Kasus Penikam Polisi dan Terduga Simpatisan ISIS Dilanjutkan

737
Pesona Indonesia
Polisi bersenjata lengkap mengawal penggeledahan rumah kontrakan penikam polisi dan  terduga simpatisan ISIS di Kampung Tengah, Lubuk Semut, Karimun, Selasa (15/3). foto:sandi/batampos
Polisi bersenjata lengkap mengawal penggeledahan rumah kontrakan penikam polisi dan terduga simpatisan ISIS di Kampung Tengah, Lubuk Semut, Karimun, Selasa (15/3). foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Tersangka A yang ditahan sejak Senin (14/3) karena melakukan penikaman terhadap Bripka Risdiana, anggota Polsek Kota Tanjungbalai Karimun yang juga terduga simpatisan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan kondisi mentalnya.

”Hasil dari pemeriksaan kejiwaan oleh psikiater yang didatangkan dari Tim Medis Polda Kepri dua hari lalu dinyatakan sehat secara mental dan kejiwaannya. Hal ini dibuktikan dengan laporan hasil pemeriksaan yang telah diserahkan kepada kita. Sehingga, untuk kasus tindak pidana penganiyaan dan membawa senjata tajam dapat kita lanjutkan,” ujar Kapolres Karimun, AKBP I Made Sukawijaya, Kamis (17/3).

Psikiater yang melakukan pemeriksaan terhadap tersangka A, lanjut Kapolres, telah menanyakan beberapa pertanyaan yang secara teknis tentu saja psikiater mengetahui untuk memastikan seseorang itu sehat mental dan kejiwaannya. Lamanya psikiater yang melakukan pemeriksaan kejiwaan dan mental tersangka A sekitar tiga jam.

Soal sikap bungkam tersangka dan memberikan keterangan yang berubah-rubah, Kapolres menyatakan, bahwa itu merupakan prilaku atau modus dari tersangka ketika sedang ditanya oleh penyidik. ”Tidak berarti keterangan yang sering berubah-rubah dan lebih banyak diam ketika menjalani pemeriksaan kesehatan mental tersangka A terganggu. Melainkan sebaliknya. Itu hanya trik dari tersangka untuk tidak mau menjawab pertanyaan polisi,” paparnya.

Dikatakannya, untuk keterlibatan tersangka A dengan ISIS sejauh ini masih terus dilakukan penyelidikan. Memang ada pengakuan dari tersangka bahwa ia mengakui sebagai simpatisan ISIS akibat dari pengaruh negatif salah satu situs internet yang sering dibuka. Sampai-sampai tersangka sendiri membenci polisi tanpa ada alasan yang jelas. Sebagai contoh, polisi yang ditikam oleh tersangka tidak saling kenal, tapi pengakuannya dendam sama polisi. Bahkan, tersangka juga tidak pernah berurusan dengan polisi.

Sesuai berita di koran ini, Bripka A yang sedang bertugas di Polsek Kota Tanjungbalai Karimun menjadi sasaran penikaman oleh A dari belakang pada Senin (14/3). Pada saat berhasil diamankan, di dalam tas milik tersangka juga ditemukan kapak yang masih baru. Dan, pada malam harinya, Tim Densus 88 Bersama pasukan Brimob Polda kepri yang bertugas di Tanjungbalai Karimun melakukan penggeledahan rumah kontrakan tersangka A yang ada di Kampung Tengah, Kecamatan Karimun. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar