Istri Orang Lain Diajak Zinah, Lalu Suaminya Diperas

947
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – TW (63), suami dari YH (40), melaporkan ID alias T (30), pria yang diduga telah melakukan perzinahan dengan istrinya ke pihak Polres Tanjungpinang, Rabu (16/3). Kejadian perzinahan itu sendiri terjadi pada Oktober tahun 2015 lalu.

Informasi yang dihimpun, ID yang diketahui karyawan salah satu perusahaan di Tanjungpinang tersebut selain melakukan perzinahan juga dilaporkan karena melakukan pemerasan terhadap TW dengan meminta sejumlah uang sebesar Rp 30 juta.

Jika TW tidak memberikan uang tersebut pelaku akan menyebarkan foto bugil YH, ibu empat orang anak dan istri dari TW. Namun, foto bugil YH belum sempat tersebar lantaran korban telah melaporkan ke pihak berwajib.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Andri Kurniawan melalui Kaur Bin Ops (KBO) Iptu Efendi, membenarkan pihaknya menerima laporan perzinahan yang dilaporkan TW terhadap ID.

“Iya memang ada laporan perzinahan, tapi tak ada laporan tentang pemerasan terhadap korban tersebut,” ujar Efendi saat ditemui di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (17/3).

Dikatan Efendi, kejadian tersebut bermula pada saat pelaku dan istri korban melakukan hubungan badan di Jakarta. Selanjutnya, pelaku dan istri korban kembali melakukan hal yang sama di Tanjungpinang.

“Tak hanya di Jakarta, mereka juga kembali melakukan perzinahan di Hotel Bali (Sunrise Hotel), Tanjungpinang seperti dalam laporan,” kata Efendi.

Menindak lanjuti laporan tersebut, lanjut Efendi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban. Terkait perzinahan pelaku dan istri korban mengaku melakukan hal tersebut atas dasar suka sama suka.

“Pengakuan mereka suka sama suka. Sedangkan hubungan TW sama istrinya ini masih dalam proses perceraian,” sebut Efendi.

Dijelaskan Efendi, pihaknya juga sulit untuk mendapatkan bukti. Karena jika dilakukan visum terhadap istri korban kondisinya tidak memungkin karena YH sudah dikarunia empat orang anak.

“Meski demikian, laporan ini akan tetap kami lanjutkan walaupun ancaman hukumannya hanya sembilan bulan penjara. Menurut saya susah untuk dilakukan visum,” pungkas Efendi.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar