Jadi KEK, Batam Makin Istimewa

1915
Pesona Indonesia

kotabatambatampos.co.id – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution membantah tudingan kalau perubahan status Free Trade Zone (FTZ) Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan membuat Batam mundur. Darmin malah menyebutkan, Batam akan semakin istimewa dan ekonominya akan lebih bergairah setelah beralih menjadi KEK.

“Lihat saja nanti, Batam menjadi lebih berbeda dan lebih istimewa karena fasilitas yang kita berikan di kawasan ekonomi khusus itu jauh lebih baik dari FTZ,” tegas Darmin di Jakarta.

Logika sederhananya, kata Darmin, dengan fasilitas di FTZ saat ini, Batam bisa tumbuh meski tidak sekencang diharapkan. Nah, dengan status KEK dengan fasilitas yang jauh lebih baik dan lebih banyak dari FTZ, maka otomatis akan memiliki daya tarik dan daya saing yang jauh lebih baik lagi.

Darmin kembali menegaskan, pemerintah melihat Batam sebagai kawasan yang sangat potensial sehingga mencurahkan perhatian serius untuk mengejar ketertinggalan Batam dari negara tentangga.

“Kami ini ingin berbuat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang bisa dibanggakan ke depan, sesuatu yang bisa membuat kehidupan anak cucu kita menjadi lebih baik. Ini harus dipahami,” tegas Darmin.

Soal kekhawatiran FTZ akan dihapus, Darmin mengatakan sampai saat ini Batam masih berstaus FTZ. Bahkan setelah peralihan menjadi KEK enam bulan ke depan, keistimewaan yang di dapat Batam selama ini tetap didapatkan. Namun jika ingin lebih, maka harus masuk ke zona KEK.

Darmin yang juga Ketua Dewan kawasan (DK) Batam ini juga mengingatkan berbagai kalangan untuk tidak berspekulasi. Pasalnya, rumusan KEK yang saat ini disusun tim teknis DK, orientasinya memberikan kemudahan-kemudahan dan fasilitas-fasilitas yang bisa mempercepat laju perekonomian Batam.

Berdasarkan rumusan KEK yang disusun tim teknis, beberapa fasilitas yang akan diberikan ke investor di Zona KEK antara lain; Fasilitas PPh Badan berupa investment allowance, amortalisasi dipercepat, pajak deviden, kompensasi kerugian yang lebih lama, dan tax holiday yang bisa sampai puluhan tahun. Fasilitas itu hanya ada di zona KEK, tidak berlaku di zona FTZ.

Soal fasilitas pembebasan PPh pasal 22 impor, selain diberikan ke KEK juga tetap diberikan di luar zona KEK. Sementara fasilitas pembebasan pajak, baik itu pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPN Barang Mewah (PPn BM) selain diberikan di zona KEK, juga diluar zona KEK. Kecuali pengembalian PPN kepada pemegang paspor asing tidak diberikan di luar zona KEK.

Untuk fasilitas bea masuk dan cukai, baik zona KEK dan diluar zona akan tetap diberikan. Kecuali untuk penangguhan bea masuk, tidak diberikan di luar zona KEK. Dengan kata lain, fasilitas ini hanya diberikan bagi dunia usaha yang ada di zona KEK.

“Kita akan buktikan fasilitas yang kita berikan di zona FTZ nantinya akan membuat Batam menjadi lebih maju,” katanya.

Sebelumnya, saat Darmin memberikan sosialisasi Pengembangan Kawasan Pulau Batam, di Swissbelhotel Harbour Bay, Senin (14/3/2016) lalu, Darmin juga meyakinkan kalau langkah pemerintah mengubah statu FTZ ke KEK ini selain memiliki dasar hukum yang kuat, juga sudah melalui kajian mendalam.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong juga meyakinkan, setelah Batam beralih menjadi FTZ, ia sangat yakin investor akan berebut masuk ke Batam. “Saya yakin ekspor non migas kita akan tumbuh seperti negara-negara yang memiliki banyak kawasan ekonomi khusus,” ujar Thomas, saat berkunjung ke Batam pekan lalu.

Thomas mencontohkan, Filipina yang kini memiliki lebih dari 300 KEK ekspor non migasnya tumbuh. Begitupun Vietnam dan beberapa negara lainnya yang kini sukses menjadikan KEK sebagai lokomotif pembangunan di negara mereka. (jpgrup/nur)

Baca Juga:
> Ini Peran Pemko Batam di Era KEK
> Siap-Siap Pindah ke Zona KEK, 5 Tahun Lagi FTZ Batam Dihapus
> 1.084 Perusahaan di Batam Berada di Area Pemukiman
> Ini Gambaran Properti di Zona KEK Batam
> Batam Jadi KEK, WNA Boleh Milik Properti
> Salah Satu Calon Pimpinan BP Batam Berpangkat Jenderal
> FTZ Beralih ke KEK, Kapolri: Jangan Sebar Isu yang Membuat Investor Takut
> Ini Model Kawasan Ekonomi Khusus Batam
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

Respon Anda?

komentar