Kepri Rawan Disusupi Paham Radikal, Jalur Rawan di Hinterland

1316
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Kasatrolda Ditpolair Polda Kepri, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Danu Waspodo, mengatakan Ditpolair Kepri saat ini tengah melaksanakan program Quick Wins. Program tersebut adalah penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal, aliran sesat dan anti Pancasila.

Selain penyuluhan, Ditpolair Kepri juga melakukan patroli di kawasan perairan Kepri dan pelabuhan-pelabuhan. “Kita ada 11 kapal motor yang disiapkan,” ujar Danu kepada Batam Pos (group batampos.co.id), Kamis (17/3)

Program ini bertujuan agar masyarakat dapat menjadi lebih peduli terhadap situasi yang berkembang di lingkungannya sehingga dapat menangkal timbulnya organisasi radikal, aliran sesat dan anti Pancasila. “Sasaran kita terutama adalah masyarakat pesisir,” kata Danu.

Banyak masyarakat pesisir yang berpendidikan rendah sehingga tidak mengetahui ajaran atau paham radikal. “Mereka cuma tahu cara mencari ikan,” ujar pria asal Pati ini.

Ia menjelaskan, kawasan Kepri ini merupakan kawasan yang rawan disusupi paham radikal. Banyak orang luar yang mencurigakan keluar masuk Kepri karena banyaknya jalur yang rawan seperti pelabuhan, jembatan 6 Barelang dan lainnya.

Danu berharap, keterlibatan masyarakat untuk melapor kepada pihak yang berwajib apabila menemukan indikasi paham radikal. “Mohon kerjasamanya dan mari bersama-sama stop terorisme,” pungkasnya. (cr16/bpos)

Respon Anda?

komentar