Keuntungan Meningkat, Tapi BUMD Tanjungpinang Masih Merugi

560
Pesona Indonesia
Dirut PT TMB Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana. foto:yusnadi/batampos
Dirut PT TMB Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Direktur Operasional PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Zonderfan mengatakan, hingga saat ini TMB yang merupakan BUMD Kota Tanjungpinang masih merugi. Pasalnya, keuntungan yang diperoleh tiga bulan terakhir sejak peralihan pejabat masih harus dipergunakan untuk membayar utang yang diwariskan Direktur Utama (Dirut) sebelumnya.

“Keuntungan BUMD memang naik drastis sekitar 80-100 persen, yaitu 220-240 juta perbulan. Tapi itu untuk membayar utang pajak 2013 sebanyak 700 juta, dan utang BPJS Rp150 juta,” ujar Zonderfan di acara peringatan HUT ke 6 BUMD Kota Tanjungpinang di Kantor BUMD Potong Lembu, Kamis (17/3).

Pendapatan BUMD saat ini, meningkat jauh jika dibandingkan pendapatan BUMD sebelumnya, yang hanya mencapai sekitar 140 juta perbulan.

Dirut PT TMB Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana menambahkan, kerugian yang masih saja diderita BUMD Kota Tanjungpinang lantaran besarnya pajak yang tidak dibayarkan BUMD pada periode sebelumnya. Ini menyebabkan, pendapatan yang diperoleh terpaksa harus disetorkan demi menutupi piutang yang lalu.

“Pendapatan tahun 2015 lalu dipergunakan untuk membayar utang 2013. Sementara pendapatan tahun ini akan dibayarkan untuk membayar utang 2014. Dan pendapatan 2017 untuk membayar piutang 2015,” paparnya.

Di usia enam tahun BUMD Kota Tanjungpinang, Asep bertekas meningkatkan pendapatan BUMD, serta menyelesaikan permasalahan yang ada. “Ini momentum bagi bagi untuk berkontribusi dan bekerja lebih keras,” ujarnya.

Saat ini, BUMD Kota Tanjungpinang sudah mengambil alih pengelolaan parkir Bandara Raja Haji Fisabilillah. Untuk selanjutnya, pihaknya akan menyasar usaha jasa perjalanan tour and travel.

“Kami juga sedang mengupayakan supaya seminar MEA seluruh BUMD se-Indonesia bisa dilakukan di Tanjungpinang,” tutupnya.

Seperti yang tertuang dalam Program kerja BUMD 2016 ini berupa pengelolaan parkir bandara Raja Haji Fisabilillah yang sudan berhasil diambil alih, dan bakal menyusul usaha tour and travel, dan video tron.

Asep juga sedang menggesa, agar seminar Mea seluruh BUMD di Indonesia yang sebelumnya bakal dilakukan di Lagoi Bintan, bisa dilakukan di Tanjungpinang. (Lra)

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berharap, BUMD Kota Tanjungpinang dapat membuktikan eksistensinya dengan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Tanjungpinang.

“Kontribusi BUMD untuk pemerintah Kota Tanjungpinang merupakan hal yang sangat penting,” ujar Lis.

Lis juga menekankan BUMD agar dapat mengembangkan BUMD, dengan cara melahirkan anak perusahaan. “Dengan begitu, dapat menyasar berbagai lingkup dan peluang yang ada,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar