Limbah Gipsum Resahkan Warga Bengkong Sadai

796
Pesona Indonesia
Limbah gipsum yang terdapat di Bengkong Sadai. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Limbah gipsum yang terdapat di Bengkong Sadai.
Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Tumpukan limbah gipsum yang berada di wilayah Bengkong Sadai, atau lebih tepatnya dekat Waterboom Bengkong cukup meresahkan warga Bengkong Sadai.

Selain dapat mencemari air, limbah gypsum tersebut juga menimbulkan debu yang berterbangan dari serbuk gipsum tersebut.

“Yang membuat resah kami itu, karena gipsum mengandung bahan kimia yang membuat kulit gatal apabila terkena kulit,” ungkap Wahyuni, yang merupakan salah seorang warga Bengkong Sadai, Jumat (18/3).

Wahyuni menambahkan bahwa ia dan warga lainnya sempat komplain terhadap PT yang tidak ada namanya tersebut.

“Kami sudah komplain terhadap perusahaan gipsum tanpa nama, yang letaknya berada di dekat kantor KUA Batu Ampar itu,” lanjutnya lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun batampos.co.id, bahwa perusahaan tanpa nama tersebut juga berdalih bahwa membuang limbah tersebut atas rekomendasi dari satu organisasi masyarakat Pemuda Pancasila.

Sementara itu, ditempat terpisah batampos.co.id menemui ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Bengkong bernama Veriadi Sitio atau yang akrab di panggil dengan Tio.

“Kami tidak pernah sama sekali merekomendasikan pembuangan terhadap limbah tersebut. Bahkan kami ikut membersihkan (limbah gipsum) selama delapan hari,” tegas Tio.

Ditambahkan Tio, ia bersama warga Bengkong Sadai sudah melaporkan pada Badan Pengendalian Dampak Lingkugan (Bapedal) Kota Batam terkait masalah ini.

“Kami sudah hubungi Bapedal, mereka akan segera turun meninjau lokasi tersebut,” pungkas Tio. (eggi)

Respon Anda?

komentar