Penyidik Polda Kepri Periksa GM Pelindo Tanjungpinang Terkait Dugaan Korupsi Pass Pelabuhan

913
Pesona Indonesia
GM Pelindo Tanjungpinang  I Wayan Wirawan (pegang botol air mineral) usai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Polda Kepri di Satreskrim Polres Tanjungpinang. Foto: Osias De/Batampos
GM Pelindo Tanjungpinang I Wayan Wirawan (pegang botol air mineral) usai menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Polda Kepri di Satreskrim Polres Tanjungpinang. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang I Wayan Wirawan dan sejumlah manajernya menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Korupsi Polda Kepri di Polres Tanjungpinang, Kamis (17/3).

Pemeriksaan awal terhadap GM Pelindo Tanjungpinang tersebut dilakukan penyidik terkait laporan Pemko Tanjungpinang atas dugaan kasus korupsi yakni berupa dana bagi hasil pungutan Pass Pelabuhan Sri Bintan Pura yang di laporkan oleh Pemko Tanjungpinang yang kemudian diambil alih oleh Polda Kepri.

Pantauan di ruang Satreskrim Polres Tanjungpinang, selain General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang I Wayan Wirawan, terlihat juga Manager Bisnis PT Pelindo I Tanjungpinang Sutoro dan sejumlah manajer lainnya. Mereka terlihat di dampingi kuasa hukumnya yakni Yos Alamsyah.

Para manajer PT Pelindo I Tanjungpinang tersebut diperiksa penyidik Polda Kepri dari pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Usai menjalani pemeriksaan mereka juga langsung meninggalkan Mapolres Tanjungpinang.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan, GM PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan melalui pengacaranya enggan berkomentar banyak. Ia hanya menuturkan telah memberikan keterangan yang diminta oleh penyidik terkait dugaan pungutan liar seperti yang dilaporkan Pemko Tanjungpinang.

“Konfirmasi saja ke penyidik. Kami sudah memberikan keterangan ke penyidik,” ujarnya sambil berlalu meninggalkan Polres Tanjungpinang.

Sementara itu, salah seorang penyidik Polda Kepri yang ditemui di Polres Tanjungpinang yang enggan menyebutkan namanya, juga enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan pemeriksaan terhadap pejabat Pelindo I Cabang Tanjungpinang tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan terkait dugaan korupsi di tubuh Pelindo.

“Ini merupakan pemeriksaan pertama dilakukan terhadap pejabat PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, selanjutnya silahkan tanya langsung ke pak Dirkrimsus Polda,” ujar seorang penyidik.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu tim kuasa hukum Pemko Tanjungpinang melaporkan dugaan korupsi di PT Pelindo I cabang Tanjungpinang ke Polres Tanjungpinang terkait dugaan korupsi Pass masuk Pelabuhan Sribintan Pura (SBP). Namun, penanganan kasus perkara tersebut diambil alih oleh Polda Kepri.

Tindakan PT Pelindo dinilai telah melakukan pungutan liar (pungli) pass masuk pelabuhan. Hal ini sesuai surat Direksi Pelindo, dimana pas masuk pelabuhan domestik Rp 4.250. Namun yang ditetapkan ke penumpang Rp 5.000.

Selain itu, Pass masuk Pelabuhan Internasional ditetapkan Rp 13 ribu per orang. Sementara sesuai keputusan Direksi Pelindo hanya Rp 8 ribu per orang. Kemudian, Pass masuk pengantar penumpang Rp 3 ribu per orang, namun ketetapan Direksi Pelindo hanya Rp2 ribu.

Selisih pungutan inilah yang seharusnya menjadi bagian hak Pemko Tanjungpinang. Kenyataannya, sejak 2013 lalu, Pelindo tidak pernah menyetorkan ke kas Pemko, sehingga Pelindo dinilai telah melakukan pungli Pass Pelabuhan dari masyarakat.

Padahal, jika hak Pemko Tanjungpinang terhadap pungutan pass pelabuhan tersebut diserahkan oleh Pelindo, setidaknya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan kepentingan masyarakat di Kota Tanjungpinang.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar