Putri Sani, Satu-satunya Perempuan Staf Ahli Gubernur Kepri

1218
Pesona Indonesia
Riny Fitrianti. foto:istimewa
Riny Fitrianti. foto:istimewa

batampos.co.id – Tiga hari lalu, Gubernur Kepri, Muhammad Sani menetapkan 10 figur sebagai staf khusus untuk membantunya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai pemimpin di Provinsi Kepri. Satu-satunya srikandi yang mengisi posisi tersebut adalah Riny Fitrianti, yang tak lain putri kandung Gubernur Kepri.

Senyum sumringah menghiasi wajah Riny Fitrianti ketika Gubernur Kepri, Muhammad Sani didampingi Wakil Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, menyerahkan Surat Keputusan (SK) sebagai tanda pengangkatan staf khusus Gubernur Kepri. Setelah menerima SK tersebut, Riny punya tanggungjawab untuk memberikan masukan-masukan bagi pembangunan Provinsi Kepri.

Bukan karena putri Gubernur, Riny Fitrianti didapuk sebagai staf khusus, tetapi karena kepiawaian dan talenta yang dimilik olehnya. Semisal dalam hal menggunakan bahasa asing. Ia pun menjadi pilihan yang layak untuk duduk bersama-sama dengan sederet nama beken lainnya. Hal itu menjadi pertimbangan tersendiri bagi Gubernur Kepri.

Atas dasar itu, dengan kesempatan yang diberikan, Riny bertekad untuk membayar kepercayaan tersebut dengan memberikan yang terbaik. Ditegaskannya, dirinya juga tidak akan segan-segan untuk memberikan kritikan-kritikan yang sifatnya membangun kepada Gubernur. Karena tugas seorang staf khusus adalah memberikan masukan, saran dan pendapat kepada Gubernur.

“Satu sisi jika sebagai anak, bisa menjaga dan bisa berbakti kepada orang tua saya. Sebagai staf khusus saya juga bisa memberikan kritikan-kritikan yang sifatnya membangun,” ujar Riny saat bincang-bincang dengan Batam Pos (group batampos.co.id), di Lantai IV Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (16/3)

Diungkapkannya juga, selama delapan bulan mendampingi ayahnya pada saat berlangasungnya tahapan Pilkada Gubernur Kepri beberapa waktu lalu, banyak pelajaran politik yang dipelajari olehnya. Pengalaman-pengalaman yang didapat, menjadi modal yang berharga bagi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai seorang staf khusus.

Riny juga mengatakan, sebagai anak, dirinya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan orang tuanya. Ia juga belajar banyak dari pengalaman orang tuanya, sehingga tidak takut untuk terjun langsung dalam mengisi pembangunan di Provinsi Kepri.

Perempuan kelahiran Pekanbaru, 41 tahun yang lalu itu, juga mengatakan apabila ada izin dan doa restu dari orang tuanya, ia juga punya hasrat untuk terjun ke dunia politik. Karena saat ini, dirinya masih belajar untuk menjadi seotang politikus yang santun.

“Ayah saya selalu mengatakan, secara politik atau tidak kita harus santun dan selalu menjaga hubungan baik dengan siapa saja,” sebutnya.

Disinggung apakah ada kemungkinan dirinya akan ikut pada pemilihan Walikota Tanjungpinang mendatang, perempuan yang pernah menempuh pendidikan perhotelan di Bandung tersebut mengatakan, sepanjang ada doa restu dari orang tua dan adanya permintaan masyarakat, itu bisa saja terjadi.

Lulusan Florida Institute of Technology, Amerika Serikat, tersebut juga mengatakan selama ini dirinya dididik secara disiplin birokrasi, karena orang tuanya merupakan birokrat sejati. Meskipun ada selentingan-selentingan yang mengatakan adanya tindakan nepotisme atas pengangkatan dirinya, Riny mengtakan hak proregatif untuk menentukan itu adalah Gubernur.

“Bila mana diperjalanan nanti, kapabilitas saya diragukan oleh Gubernur, saya bisa diganti. Karena itu kewenangan mutlak oleh Gubernur,” tutup wanita yang pernah mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Tanjungpinang tersebut.

Sejak resmi bertugas sebagai staf khusus, Riny mulai terlihat aktif mendampingi Gubernur Kepri dalam setiap kegiatan dinas. Seperti terlihat saat mendampingi Gubernur menerima kedatangan kunjungan Dubes RI untuk Singapura di Gedung Daerah, Tanjungpinang, kemarin.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar