Survei: Trump adalah Ancaman Dunia, Sama Seperti Terorisme

478
Pesona Indonesia

MILWAUKEE, WI - NOVEMBER 10: Presidential candidate Donald Trump gestures after Carly Fiorina says she met with Russian President Putin at a one on one meeting, during the Republican Presidential Debate sponsored by Fox Business and the Wall Street Journal at the Milwaukee Theatre November 10, 2015 in Milwaukee, Wisconsin. The fourth Republican debate is held in two parts, one main debate for the top eight candidates, and another for four other candidates lower in the current polls. (Photo by Scott Olson/Getty Images)

batampos.co.id –  Ini hasil survei terbaru. Kepresidenan Donald Trump dinilai sebagai ancaman terbesar ke-enam yang dihadapi dunia, sama dengan prospek terorisme yang mengacaukan ekonomi global, demikian penilaian kelompok riset Inggris EIU.

Pemeringkatan risiko global terbaru itu menempatkan pelambatan ekonomi di China sebagai risiko terbesar. Ini diikuti oleh aksi Rusia di Suriah dan Ukraina yang menimbulkan perang dingin baru, krisis utang korporat di negara-negara yang perekonomiannya baru berkembang, dan retaknya Uni Eropa.

EIU memperkirakan Trump tidak menang dalam pemilihan presiden bulan November, tetapi ada probabilitas menengah ia akan menang dan akan berdampak besar jika ia terpilih.

Kelompok ini menyebutkan sikap permusuhan Trump terhadap perdagangan bebas, advokasi bagi pembunuhan keluarga para teroris, dukungan bagi pasukan darat di Suriah serta mengasingkan China dan Meksiko dapat menimbulkan perang dagang dan mendorong kelompok-kelompok teroris.

Trump telah berjanji akan mengambil sikap keras dalam perundingan-perundingan internasional, terutama dengan China.

Salah satu janji kampanyenya yang paling sering diulang adalah membangun tembok di sepanjang perbatasan selatan Amerika dengan Meksiko untuk mencegah masuknya imigran ilegal, suatu proyek yang harus didanai oleh Meksiko.

EIU menyatakan pelambanan ekonomi secara tajam di China memiliki kemungkinan tinggi dan akan disertai dengan “dampak sangat besar.” Menurut kelompok itu, pelambanan yang terlalu besar serta harga komoditas seperti minyak dan logam yang sekarang ini merosot akan turun semakin jauh, sementara pasar-pasar di Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menghadapi masa sulit untuk memperluas penjualan dengan para pelanggan China.

China juga muncul di bawah peringkat Trump dan terorisme dalam daftar tersebut. Aktivitas China yang disengketakan di Laut China Selatan menimbulkan risiko bentrokan bersenjata, sebut EIU. (asp/VOA)

 

Respon Anda?

komentar