Tingkatkan PAD dari Pajak Kenderaan, Dispenda Kepri Hapuskan Denda PKB

1347
Pesona Indonesia
Kepala Dispenda Provinsi Kepri, Isdianto  Foto: Ist
Kepala Dispenda Provinsi Kepri, Isdianto
Foto: Ist

batampos.co.id – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kepri kembali menghapuskan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama (BBN) mulai hari ini, Jumat (18/3) sampai dua bulan ke depan.

Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PKB. Tahun ini, target PAD dari PKB sebesar Rp 324 miliar.

Kepala Dispenda Provinsi Kepri, Isdianto di Nagoya, Kamis (17/3) mengatakan perpanjangan penghapusan denda PKB dan BBN ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 20 Tahun 2016 tentang penghapusan sanksi administrasi dan bea balik nama kendaraan bermotor kedua.

”Tahun lalu sudah kita lakukan juga seperti ini (penghapusan denda pajak kendaraan). Dan memang sangat signifikan peningkatannya, banyak warga yang sudah registrasi tapi tak sempat membayar pajak. Makanya kita perpanjang lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, registrasi program penghapusan pajak kendaraan ini akan ditutup pada 16 Mei mendatang. Tetapi masih diberikan waktu sekitar 20 hari setelahnya untuk melakukan pembayaran pajak.

”Jadi ada tenggat waktu 20 hari. Kita takut terlalu banyak yang daftar, tetapi tak sempat bayar,” sebutnya.

Tahun lalu, sambungnya, ketika dilakukan penghapusan denda pajak, PAD dari PKB meningkat sekitar Rp 16 miliar. Di mana per triwulan, PAD rata-rata sekitar Rp 75 miliar. Tetapi dengan kebijakan penghapusan itu, maka jumlahnya naik menjadi Rp 91 miliar.

Jika program ini berjalan lancar, maka ia yakin target PAD dari PKB akan terpenuhi di 2016. ”Tahun ini kita targetkan lebih besar, yakni sekitar Rp 10 miliar dari realisasi tahun lalu,” jelasnya.

Isdianto menambahkan, tahun lalu Dispenda membukukan pendapatan dari PKB sebesar Rp 314 miliar. ”Kita berharap semua masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini. Segera urus denda pajak kendaraan Anda,” imbaunya. (ian)

Respon Anda?

komentar