Tiongkok Tutup Pintu Hongkong Merdeka

348
Pesona Indonesia
Hongkong. Sumber Foto: cosmorama.gr
Hongkong. Sumber Foto: cosmorama.gr

batampos.co.id – Tiongkok tidak akan pernah melepaskan Hongkong dari pangkuannya. Prinsip tersebut dipaparkan Qiao Xiaoyang di hadapan media di sela pertemuan tahunan Kongres Nasional Rakyat pada Rabu lalu (16/3/2016).

Ketua Komite Hukum parlemen Tiongkok itu menyebut kemerdekaan Hongkong sebagai sebuah kemustahilan.

Qiao memaparkan hal tersebut setelah sebuah koran kampus di University of Hongkong menulis kemerdekaan wilayah otonomi khusus Tiongkok itu. Dalam artikelnya, Undergrad mengimbau PBB mengakui kedaulatan Hongkong pada 2047.

Tulisan tersebut langsung menuai banyak reaksi. Tiongkok yang selalu menganggap Hongkong sebagai bagian dari wilayahnya pun lantas ambil sikap.

’’Mustahil. Bagaimana mungkin Hongkong bisa merdeka?’’ tegas Qiao.

Dia lantas merujuk Basic Law yang lahir pada 1997, saat Inggris mengembalikan Hongkong ke pangkuan Tiongkok. Dalam Basic Law, tertulis tentang dua sistem pemerintahan di dalam satu negara. Berdasar hukum tersebut, Beijing menganggap Hongkong sebagai wilayah otonomi khusus.

Dari Hongkong, Li Ka-shing pun menanggapi hal itu. Taipan 87 tahun tersebut berpihak pada status quo. Dia mengimbau masyarakat Hongkong bersatu. Yakni, bersatu dengan Tiongkok.

’’Rakyat Hongkong yang baik tidak akan pernah menganggap bahwa kita mampu menjadi negara yang merdeka. Rakyat Hongkong yang baik, bahkan, tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu,’’ jelasnya.

Dengan tetap menjadi bagian dari Tiongkok, menurut Li, Hongkong akan menjadi lebih makmur.

’’Mereka yang berkecimpung di dunia politik perlu tahu bahwa selain hanya untuk mengegolkan kepentingan politiknya, kemerdekaan tidak akan mendatangkan keuntungan bagi rakyat. Daya saing kita juga akan langsung menjadi lemah,’’ ungkapnya. (AFP/BBC/jpgrup)

Respon Anda?

komentar