52 Calon Jemaah Haji Lingga Akan Manasik, Wajib Foto Ulang

721
Pesona Indonesia
Abdurokhman, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lingga.foto:hasbi/batampos
Abdurokhman, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lingga.foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kepala seksi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kemenag Lingga, Abdurokhman mengatakan jelang pelaksanaan ibadah haji yang tinggal beberapa bulan kedepan, sebanyak 52 jemaah haji Lingga akan menggelar manasik di Dabo Singkep. Selain itu, persiapan lain seperti check kesehatan dan juga pembuatan paspor akan dilakukan bersamaan.

Hal ini disampaikannya mengingat fasilitas dan kelengkapan manasik di Masjid Az Zulfa Dabo Singkep lebih memadai. Untuk kelengkapan para calon jemaah nanti, Puskesmas Dabo Lama juga telah disiapkan untuk cek kesehatan. Sementara paspor juga akan dibuat di kantor Imigrasi Dabo Singkep.

“Jadi kita sejalankan saja,“ papar Abdurokhman yang ditemui diruang kerjanya di Daik Lingga, Jumat (18/3) pagi.

Kemenag Lingga, sebagai penyelenggara menjadwalkan untuk pengurusan paspor dan kesehatan akan digelar pada 21 hingga 22 Maret 2016. Sedangkan kegiatan manasik akan berlangsung di Gedung Islamic Center Yayasana Al Bayyinah.

“Mulai Senin (21/3) nanti persiapan dan pemantapan bagi calon jemaah. Semua akan kita selenggarakan di Dabo. Manasiknya dari 23 sampai 25 Maret ini,”sambungnya.

Selain itu, ditambahkannya lagi, belajar dari pengalaman tahun sebelumnya sejumlah daerah termasuk jamaah Lingga yang terlambat penerbitan visa akibat tidak sesuai foto calon jemaah dengan foto di paspor, diminta untuk berfoto kembali. Hal ini juga telah sesuai dengan Surat Edaran Dirjen PHU Nomor : Dj.VII.II/2/Hj.00/0642/2016 dan Surat Kepala Kanwil Kemenag. Kepri Nomor : Kw.32.4/1/Hj.00/315/2016 tentang Penyelesaian Paspor, Seragam Batik dan Souvenir Jamaah Haji.

“Pengalaman tahun lalu ada beberapa daerah termasuk jemaah kita yang terkendala penerbitan visa. Ini karena foto calon jemaah tidak sesuai dengan foto yang ada di paspor. Makanya perlu foto ulang. Memang masuk akal, karena foto yang kita kirimkan diambil pada saat calon jamaah mendaftar dan yang tercantum pada paspor menjelang beberapa bulan keberangkatan. Sedangkan waktu tunggu menjelang keberangkatan calon jemaah ini bisa 5 sampai 10 tahun, tentunya wajah sebagian calon jamaah ada perubahan,” terangnya.

Sementara itu, e-hajj atau system online profil jemaah haji pada tahun lalu juga masih dalam tahap ujicoba. Sehingga belum maksimal. “Ada informasi bahwa e-hajj system tidak bisa membaca foto jamaah pada proses pembuatan visa. Ini berdampak pada keterlambatan proses penerbitan visa oleh Kedubes Arab Saudi di Jakarta,” jelasnya lagi.

Dengan melakukan foto ulang dan disesuaikan kembali, hal ini disampaikannya agar para jemaah Lingga tidak mengalami lagi kendala serupa seperti tahun sebelumnya. Ia berharap, 52 jemaah haji Lingga dapat melaksanakan ibadah nanti dengan khusuk tanpa ada kendala berarti dengan persiapan matang yang telah dilaksanakan ini. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar