Pemkab Bintan Buka Lowongan Kerja Secara Tertutup, Timses Bupati Jadi PTT

2886
Pesona Indonesia
Ilustrasi PNS. foto:jpnn
Ilustrasi PNS. foto:jpnn

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan telah membuka lowongan kerja untuk honorer kantor maupun daerah atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) secara tertutup pada tahun 2016 ini. Lowongan kerja yang dibuka ini dipersiapkan dalam mengisi kabinet pertama Bintan Gemilang, sehingga dikhususkan bagi tim sukses (timses) yang mendukung Bupati dan Wabup Bintan semasa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 lalu.

“Banyak timses Apri dan Dalmasri (bupati dan wakil bupati-red) yang dijadikan PTT di beberapa instansi. Kita minta PTT itu tidak dipioritaskan timsesnya saja, tetapi juga kepada honorer kantor lainnya,” ujar salah satu honorer di lingkungan Pemkab Bintan, Deni, saat ditemui di Bintan Buyu, Jumat (18/3).

Ia mengaku sudah lima tahun mengabdi sebagai honorer di salah satu instansi di Pemkab Bintan. Selama mengabdi dirinya selalu mengikuti perintah pimpinan dan juga mematuhi segala aturan yang berlaku. Namun pengabdian yang diberikannya hingga saat ini seperti tak diperdulikan. Karena setatusnya di instansi tempatnya bekerja masih tetap sebagai honorer kantor, bahkan tak pernah dipromosikan masuk dalam daftar pegawai yang akan diangkat sebagai PTT.

“Belum tentu anak yang baru masuk itu bekerja dengan baik. Tapi karena latar belakangnya timses, anak itu sudah kantongi SK PTT. Saya sendiri yang sudah lama bekerja masih berstatus honorer kantor. Ini tak adil namanya, apalagi masuknya secara tertutup,” akunya.

Bidang Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bintan, Hasis mengaku kalau tahun ini Pemkab Bintan tidak membuka lowongan kerja baik secara terbuka atau umum maupun tertutup. Namun jika kenyataannya di lapangan ada PTT baru dipekerjakan di suatu instansi, itu bukan kewenangannya melainkan pimpinan di instansi tersebut.

“Bintan belum dapat izin dari Menpan RB terkait pembukaan pendaftaran pegawai. Bahkan Pemkab Bintan sendiri melalui BKD juga tidak membuka pendaftaran secara tertutup. Mungkin saja, kepala dinas terkait yang merekomendasikan orang tersebut untuk menjadi PTT,” katanya.

Namun khusus untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) yang setingkat dengan golongan eselon II, Pemkab Bintan bakal mempromosikannya dengan melakukan seleksi secara terbuka di tahun ini. Hal ini memang dianjurkan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam merekrut pegawai yang layak mengisi JPT. Karena juga sesuai sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) Nomor 13 Tahun 2014.

Tetapi sebelum melakukan seleksi secara terbuka, lanjutnya, pihak BKD terlebih dahulu membentuk tim panitia seleksi (Pansel) dalam merekrut pegawai yang layak mengisi JPT. Dalam Pansel ini terdiri dari lima orang diantaranya dua orang berasal dari internal BKD dan tiga orangnya lagi dari tokoh masyarakat, akademisi serta pensiunan yang berpengalaman dibidangnya.

“Diwajibkan bentuk pansel terlebih dahulu. Barulah bisa melakukan seleksi terhadap pegawai yang pantas mengisi kursi eselon II,” jelasnya.

Pegawai yang akan diseleksi untuk mengisi JPT ini, sambungnya, sesuai dengan jumlah kursi yang saat ini ditempati oleh pejabat eselon II yaitu berjumlah 34 pegawai. Diantarnya Kepala Dinas (Kadis), serta kabag dan staff ahli Bupati Bintan.

“Tapi seleksi JPT ini akan dilaksanakan sesuai dengan jngka waktu yang dianjurkan dalam UU. Yaitu setelah enam bulan kepala daerah yang baru menjabat,” pungkasnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar