Penyakit Jembrana Pada Sapi di Anambas Terbilang Baru, Anggaran Minim untuk Vaksinasi Hewan Ternak

433
Pesona Indonesia
Sapi Jembrana sedang diperiksa petugas. foto:syahid/batampos
Sapi Jembrana sedang diberi vaksin oleh petugas karantina hewan. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, terkejut ketika mendengar kata Jembrana. Penyakit baru pada sapi khususnya populasi sapi bali yang ada di Anambas. Sebab hingga saat ini ia belum mendapatkan laporan dari pihak terkait. Ia pun akan memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan tindakan yang nyata.

Jika memang berbahaya kepada manusia apabila dikonsumsi ia berharap agar setiap sapi yang positif terkena virus itu dapat dilakukan pengobatan yang insentive. “Kalau masih bisa diobati, segera lakukan pengobatan. Jika tidak, dipotong saja sapi tersebut,” ujarnya.

Kata Haris, sebelumnya ia belum mengetahui bahwa di Anambas sudah ada ternak sapi terserang virus jembrana, sebab penyakit itu berasal dari daerah Bali. Besar kemungkinan sapi yang di Jemaja Timur ada sapi yang didatangkan dari Bali.”Akan kita tindak lanjuti dengan segera,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Kepulauan Anambas Catherina membenarkan beberapa waktu yang lalu pihaknya bersama Dinas Perternakan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memberi vaksinasi sejumlah sapi di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur. Saat melakukan vaksinasi diakuinya tidak semua sapi yang
diambil darahnya untuk di uji ke laboratorium. Ia menyebutkan hanya sekitar 15 ekor saja, sebab sapi yang diternak oleh warga tidak dikandangkan.

Akibat dari tidaknya dikandangkan, sapi tersebut membuat kewalahan petugas karantina saat melakukan vaksinasi pada hewan secara keseluruhan. Tidak dipungkiri hal ini menjadi tanggung jawab pihaknya, namun ia berharap kepada setiap warga yang memelihara binatang ternak dapat menjaga kesehatan setiap hewan ternak yang dipelihara.”Tidak
sulit untuk mengenal sapi yang tervirus jembrana, jika ditemukan segera di laporkan,” kata Catherina Jumat (18/3).(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar