Warga Batam Dambakan Transportasi Murah dan Nyaman

825
Pesona Indonesia
Warga dan pelajar saat naik bus trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji, Kamis (17/3/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam
Warga dan pelajar saat naik bus trans Batam tujuan Batamcenter-Batuaji, Kamis (17/3/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam

batampos.co.id – Angkutan massal yang aman, nyaman, dan murah menjadi harapan masyarakat Batam. Keinginan dan dukungan itu juga disuarakan kalangan pekerja. Bahkan, bagi kalangan pekerja trasportasi murah dan nyaman harusnya diberikan pemerintah sejak lama, karena kondisi angkutan kota (angkot) yang kini banyak beroperasi sudah tak layak.

Rahmat, seorang pekerja di kawasan Industri Batamindo yang tinggal di Bida Ayu, Sei Beduk mengaku angkot-angkot yang kini beroperasi sudah banyak yang tak layak. ”Banyak yang rusak, belum lagi pengemudinya sering ugal-ugalan,” katanya.

Dia mengharapkan Pemko Batam bisa meningkatkan armada Trans Batam. Sebab, kata dia, trasportasi massal yang ada saat ini hanya Trans Batam yang layak. ”Saya harap Trans Batam bisa melayani trayek Piayu (Sei Beduk),” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Zaenal, pekerja lainnya. Menurutnya harus ada solusi dari pemerintah agar ada angkutan yang bisa mengantar mereka dekat dengan perusahaan tempat mereka bekerja.

”Sekarang kita terpaksa pakai angkot carry, karena mereka bisa masuk (Kawasan Industri Batamindo),” katanya.

Kepala UPT Trans Batam, Madian mengatakan tahun ini ada trayek Batam Kota-Sei Beduk. ”Karena trayeknya pendek, nanti akan disediakan lima armada. Nanti trayek ini berhenti di Mega Mall dan ujung Piayu,” sebutnya.

Bus-bus tersebut, kata Madian, adalah sebagian dari 15 Bus Pekerja dari BPJS Ketenagakerjaan yang dikelola dan dibuat menjadi Trans Batam. Sementara, sebagian lagi akan dioperasionalkan di trayek Jodoh-Batam Kota dan kini sudah berjalan.

Sementara itu, sebagian besar pengguna angkot masih mengeluhkan ulah sopir yang sering ugal-ugalan. ”Was-was naik angkot, tapi ya mau gimana lagi bus Trans Batam jarang lewat di Batu Aji,” ujar Hester, penumpang angkot saat ditemui di halte Masjid Agung Batam.

Selain itu, menurutnya sopir bimbar sering berhenti menunggu penumpang di titik kemacetan, seperti Simpang Panbil maupun depan gerbang Pelabuhan Ferry Internasional Batam Kota. ”Berhentinya lama, memakan waktu,” kata Hester.

Senada dengan Hester, penumpang lainnya Eva juga mengeluhkan ulah sopir angkot yang ugal-ugalan. Menurut Eva, berada di dalam angkot sering tidak nyaman karena asap rokok dan penumpang duduk berdesakan. ”Sudah penuh penumpangnya tapi masih ditambah, ya berdesak-desakan. Kalau Trans Batam lebih nyaman, tarifnya juga murah. Cukup Rp 4 ribu untuk perjalanan jauh atau dekat,” ujarnya.

Untuk itu, dia berharap Pemko Batam segera menambah armada Trans Batam, sehingga warga tidak perlu lagi menunggu lama untuk bisa menggunakan angkutan massal yang dikelola pemerintah ini. (cr13/rico)

Respon Anda?

komentar