Dilema Punya Istri Kleptomania Sepatu High Heels

1497
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Donwori, 35, tentu saja nama samaran punya istri Sephia, 30, juga bukan nama asli. Sephia mengidap kleptomania (suka mencuri).

Segala upaya untuk menghilangkan penyakit Sephia sudah dilakukan Donwori. Dari dokter psikologi, guru agama, ustaz sampai ke dukun, hasilnya nol.

Kebiasaan Sephia makin merajalela. Sephia keliling dari rumah ke rumah dan mal untuk mencuri khusus sepatu high heels.

Dalam proses pencurian, Sephia awalnya cuci mata melihat koleksi sepatu. Kemudian langsung masuk ke gudang sepatu toko untuk mengambilnya.

“Kalau di etalase sangat kelihatan,” jelas Donwori.

Kadang Sephia juga mencuri di rumah majikannya. Sephia ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga rumah elit. Dia anti jadi pembantu di rumah biasa-biasa saja.

“Di rumah elit biasanya pemiliknya punya koleksi sepatu. Di situlah dia memulai aksinya,,” jelas Donwori.

Sudah tak terhitung berapa kali Sephia dipecat karena mencuri sepatu majikannya. Terkadang, Sephia mengundurkan diri terlebih dahulu bila pemiliknya tak memiliki koleksi banyak.

Meski demikian, Donwori pun tak mau ambil pusing. Dia membiarkan kebiasaan istrinya dan tidak pernah menganggu koleksi barang curiannya.

Bahkan, Donwori juga membuatkan gudang hasil curian si istri.

“Kadang kalau ndak punya uang saya jual sepatu hasil curian itu, satu-satu,” tandas pria asal Demak itu.

Makanya itu, Donwori yang mengklaim sudah mendukung istri cukup bingung dengan keputusan. Donwori pun berjuang untuk mempertahankan pernikahannya supaya utuh sampai akhir masa.

“Sudah mediasi tadi. Istri mau kembali, asal saya buat perjanjian supaya dia mau membiarkan kebiasaannya,” jelasnya. Dalam proses mediasi, keduanya sepakat untuk tidak mengurusi kehidupannya masing-masing.

Perjanjian itu ditandatangani mediator dan kedua belah pihak. “Lego atiku. Saya cinta dia,” jelas pria yang membuka bengkel tersebut.

Menurut Donwori, sedari kecil istrinya sudah punya penyakit klepto. Sebelum menikah, Donwori juga mengetahui. Sempat pula keluarga besar Donwori menolak Sephia.

Namun, karena cintanya kokoh seperti tembok maka keduanya menikah di tahun 2008 lalu. Dari yang hanya satu koleksi high heels, kini koleksi curian istrinya jadi ribuan bahkan puluh ribuan.

Semuanya tertata rapi di dalam gudang yang cukup besar dengan ukuran 5 x 5 meter. Karena tidak muat, awal tahun 2015 lalu, Donwori dan Sephia membeli rumah baru di kawasan Menganti.

Rumah itu khusus memajang koleksi curian high heels sang istri.

“Saya jualkan tanah dari desa untuk beli rumah tempat penyimpanan barang,” jelasnya.

Sementara Sephia yang usai mengambil gugatan cerainya tampak belum puas dengan keputusan tersebut. Sephia takut si suami akan menganggu hobi mencurinya.

“Bukannya dilarang sih, tapi suami itu suka jualin hasilnya. Katanya tidak mau mencampuri kehidupanku kok malah menjual hasilnya,” tandasnya.

Dari sekitar ribuan koleksi sepatunya, Sephia mengaku sudah ada sekitar puluhan yang dijual suaminya. Sepatu yang dijual bukan yang ecek-ecek namun yang mahal dan bermerk.Harganya sekitar Rp 5 jutaan.

“Ya kalau yang dijual harganya cuma Rp 500 ribu atau Rp 800 ribu gitu tidak apa-apa. Ini yang mahal, yang mencarinya butuh pengorbanan. Butuh perjuangan sampai saya mau digebukin SPG dan satpam,” pungkas dia tertawa-tawa. (no/awa/jpg)

 

Respon Anda?

komentar