Dor! Dor! Polisi versus Curanmor Baku Tembak

1911
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok JPNN
Ilustrasi. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – Baku tembak mewarnai penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Sukabumi, Bandarlampung, Sabtu malam (19/3). Tujuh tersangka diamankan. Dua di antaranya wanita.

Penggerebekan yang berlangsung di Perumahan Nusantara Permai, Sukabumi, itu sempat membuat kaget warga sekitar. Belasan polisi dari gabungan Satreskrim Polresta Bandarlampung, Polsekta Tanjungkarang Barat, dan Polsekta Sukarame mengepung sebuah rumah bercat krem yang diduga lokasi persembunyian para tersangka.

Kondisi gelap lantaran listrik padam membuat suasana kian mencekam. Beberapa kali terdengar suara letusan senjata api. Penggerebekan yang dipimpin Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya itu berlangsung sekitar dua jam.

Andi (25), warga setempat, mengatakan, dirinya mendengar suara tembakan lebih dari 10 kali. Selain itu, terdengar suara letusan senjata dari dalam rumah. ’’Salah seorang (pelaku) loncat pagar dan kabur ke belakang. Ada warga yang lihat tapi melihat pelaku membawa senjata api, warga mundur,” kata Andi di lokasi penggerebekan.

Sebelumnya, tersangka itu bersembunyi di bak mobil pikap milik warga. ’’Sempet ditimpukin juga pakai batu. Terus dia kabur lagi ke belakang, sebelum akhirnya ditangkap polisi,” kata warga lainnya. Tersangka diketahui membuang senjata api yang dibawanya.

Dery mengatakan, penggerebekan merupakan pengembangan kasus curanmor yang terjadi di wilayah Tanjungkarang Barat (TkB). ’’Kami berhasil menangkap tujuh tersangka. Lima laki-laki dan dua wanita. Kami sempat baku tembak dengan tersangka,” kata Dery.

Namun Dery enggan merinci identitas para tersangka. Ia hanya mengatakan ketujuh orang itu merupakan jaringan luar daerah yang bergabung dengan jaringan Bandarlampung.

”Ada pemain lama. Masih kami periksa dan lakukan pengembangan. Jadi belum bisa kami beritahu,” sebut dia

Selain tujuh tersangka, polisi juga mengamankan delapan unit motor tanpa surat kendaraan. Rinciannya enam unit Honda BeAT, satu unit Honda Supra X, dan satu unit Yamaha Vixion.

Pada bagian lain, Ketua Lingkungan I, RT 06 Perumahan Nusantara Permai Lakoni mengaku tidak mengenal para tersangka. Sebab mereka tidak melapor ke RT setempat.

”Mereka baru sebulan tinggal disini. Rumah itu memang dikontrakkan. Rumahnya tertutup terus, orangnya nggak pernah gaul,” kata Lakoni. (JPG)

Respon Anda?

komentar