DPD PDIP Jambi Mulai Seleksi 12 Kandidat Bacabup dan Bacawabup

1855
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Dok JPNN
Ilustrasi. Foto: Dok JPNN

batampos.co.id – PDI Perjuangan mulai memanggil 12 orang bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang telah mendaftar ke kantor DPD PDIP Provinsi Jambi.

Para kandidat yang terdiri dari internal dan kandidat eksternal itu dipanggil untuk proses penjaringan dan penyaringan sesui dengan SK DPP no 31 A.

Masing-masing kandidat itu adalah untuk kabupaten Muarojambi, ada Ivan Wirata, Kemas Muhammad Fuad, Usman Khalik, Lili Priorita, dan Eko Editono.

Sementara untuk Kabupaten Tebo, Wartono, Sapto, Yopi, dan Hamdi. Sedangkan untuk Kabupaten Sarolangun, Hilallatil Badri, Saihu dan Cek Endra.

Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan pemanggilan itu sesuai pada mekanisme partai. Dimana pemanggilan Cakada yang dilakukannya adalah bentuk penjaringan tahap pertama terhadap kandidat yang mendaftar.

”Nanti ada diskusi yang kita lakukan. Tapi sebelum itu, penajaman program visi misi yang disampaikan kandidat untuk menyesuaikan dengan semangat tri sakti bung Karno dan nawacita Jokowi sebagai dasar politik kita,” ujarnya.

Baginya, di Jambi sendiri sangat banyak persoalan komplek dimulai dari masalah infrastruktur, pendidikan dan sebagainya yang harus menjadi konsentarasi kepala daerah. “Diskusi inilah yang menjadi topik pembicaraan dalam pemanggilan kandidat ini. Penajaman ini yang perlu kita dengarkan untuk pembangunan di Jambi,” sebutnya.

Terkait Pilkada yang akan digelar di tiga Kabupaten, Edi Purwanto mengatakan PDIP akan membentuk kaolisi, sebab di tiga derah ini PDIP belum mencukupi 20 persen. ”Tentu untuk ini kami akan diskusi. Nah bagaimana calon ini menambah dengan partai mana, dan berkoalisi apa, sehingga kami dipastikan bisa mengusung. Nanti kalau tidak siap bagaimana kita mau mengusung,” jelasnya.

Misalnya di Sarolangun yang saat ini yang mendaftar adalah Cek Endra yang notabenenya bukan kader PDIP. Tentu akan muncul komitmennya tentang siapa wakilnya, jika diusung oleh PDIP walaupun terdapat kader internal seperti Hilallatil Badri dan Muhammad Saihu. ”Kira-kira pak CE mau atau tidak dengan kedua orang ini. Misalkan beliau siap. Ya begitu,” paparnya.

Begitu juga dengan di Muarojambi Ivan Wirata dan Muhammad Kemas Fuad serta Tebo Yopi Muthalib dan Hamdi. “Di Tebo pak Yopi menginginkan Wartono dan Hamdi juga. Tapi yang pasti keputusan keputusan di tahap akhir di DPP. Nanti ada tes di DPP,” jelasnya.

”Jadi di Tebo itu bisa saja Yopi Tono, Hamdi Tono atau Yopi Hamdi, nanti kita akan lihat survei, atau Sri Sapto Edi,” katanya sembari menyebut April atau Mei PDIP sudah mengeluarkan rekomendasi.

Terpisah, Hamdi saat dikonfirmasi usai dipanggil PDIP mengaku dukungan partai tentu sangat diharapkannya untuk maju di Tebo. Apalagi dari partai besar yakni PDIP selaku pemenang pemilu 2016 kemarin. “Ya kita berharap dukungan PDIP. Siapa yang diusung tentu kita siap,” katanya.

Baginya siapapun nama yang dikeluarkan rekomendasi oleh PDIP secara pribadi diri juga mengaku siap. Apalagi, PDIP akan melakukan survei di lapangan. “Siapapun nama yang akan disandingkan kita siap,” katanya.

Bagaimana komunikasi dengan partai lain? Wakil Bupati Tebo ini mengaku hingga kini komunikasi terus dilakukan dirinya. Hanya saja, sejauh ini dirinya baru mendaftar ke NasDem dan PDIP. ”Karena baru dua partai ini yang buka. Tapi prinsipnya semua partai kita komunikasi, partai manapun itu,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Hamdi mengaku optimis dapat diusung oleh PDIP. Apalagi setelah dilakukan pemanggilan ke kantor PDIP oleh pengurus DPD. “Kita optimis. Tentu tahapan penjaringan ini harus kita ikuti. Tadi saya sudah menyampaikan bagaimana kesiapan untuk maju di Tebo,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Yopi Muthalib. Ia mengaku optimis bisa diusung oleh PDIP. Karena maju di Pilkada sebelumnya PDIP juga menjadi partai pengusung dirinya. “Mudah-mudahan lah, PDIP juga tahu komitmen saya, karena sudah dua kali maju di usung partai ini,” katanya.

Saol pendamping dirinya menyerahkan kepada masyarakat dengan melakukan penelusuran ke tingkat bawah. Bagi Yopi siapa yang dinginkan masyarakat, itulah yang akan ia jadikan sebagai pendampingnya nanti. “Jadi siapapun itu orangnya. Soal kader PDIP saya pikir itu pleksibel saja,” katanya.

Begitu juga dengan Ivan Wirata yang maju di Kabupaten Muarojambi mengaku telah mengikuti tahapan yang dilakukan oleh PDIP. Dimana pada petermuan bersama pengurus DPD PDIP sudah hampir jelas.

”Tadi disampaikan kalau saya mengambil nomor satu wakilnya dari PDIP. Tapi nanti kita ikuti survei juga,” bebernya.

Sedangkan kemas Muhammad Fuad juga menjelaskan dirinya telah mengikuti tahapan penjaringan di PDIP dari tingkat DPC. Setelah dilakukan diskusi beberapa poin yang dibicarakan terkait komitmen bersama PDIP.

”Kita bicarakan komitmen tadi, untuk sama-sama saling membesarkan. Artinya kedepan bagaimana kita memajukan muarojambi,” tuturnya.

Hanya saja, Calon Incumbent sarolangun Cek Endra belum bisa dikonfirmasi terkit adanya komitmen bersama PDIP. Sebab Cek Endra menjadi orang yang pertama yang dipanggil ke kantor DPD PDIP. Usai melakukan pertemuan Cek Endra langsung bergegas pulang.(JPG)

Respon Anda?

komentar