Energi Tantangan Terbesar ASEAN

406
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat presentasi pada Sidang ke-13 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2016 di Don Chan Palace Hotel, Vientiane, Laos. FOTO: Puspen TNI for JPNN.com
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat presentasi pada Sidang ke-13 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2016 di Don Chan Palace Hotel, Vientiane, Laos. FOTO: Puspen TNI for JPNN.com

batampos.co.id -Perang yang pecah di berbagai negara saat ini lebih dilatarbelakangi keinginan suatu negara menguasai energi dan sumber daya alam suatu negara.

Meskipun perang itu dibungkus dengan kata-kata “mencegah terorisme, mencegah senjata nuklir, dan lainnya”, namun tujuan akhirnya adalah menguasai sumber energi negara tersebut.

Nah, negara-negara di ASEAN yang memiliki sumber energi primer dan SDA lainnya yang melimpah, mulai sadar bahwa ke depan perang bisa mengarah ke ASEAN dengan tujuan yang sama, yakni energi dan sumber daya alam lainnya.

“Kedepan perang ekonomi berlatar belakang energi, pangan dan air. Letaknya di sekitar equator dan ini semuanya akan menjadi tantangan karena semuanya akan mencari makan dan energi di negara-negara ASEAN,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat presentasi pada Sidang ke-13 ACDFIM (Asean Chief of Defence Force Informal Meeting) tahun 2016 di Don Chan Palace Hotel, Vientiane, Laos, beberapa waktu lalu.

Menurut Jenderal Gatot, bertolak dari Teori Thomas Maltus atau Teori Population bahwa perkembangan jumlah penduduk seperti deret ukur dan ketersediaan pangan seperti deret hitung.

Terbukti saat ini saja tatkala populasi penduduk dunia mencapai 11 miliar, hampir 15 juta anak meninggal karena kemiskinan, kelaparan dan kesehatan yang buruk setiap tahunnya.

Padahal prediksi kedepan jumlah penduduk dunia saat mengalami krisis energi pada tahun 2043, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 12.3 miliar. Hal itu berarti hampir 4 kali lipat populasi ideal penduduk bumi.

“Konsekuensinya pemenuhan kebutuhan energi, pangan dan air meningkat pula,” kata Panglima TNI dilansir dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI.

Pandangan Panglima TNI tentang ancaman nyata bagi ASEAN kedepan mendapat tanggapan dan apresiasi sangat tinggi dari peserta Sidang ke-13 ACDFIM. Salah satunya dari Panglima AB Singapura Major General Perry Lim menyatakan sebagai “suatu pandangan strategis dari seorang militer professional”.

Untuk itu, negara-negara ASEAN harus bersatu mencegah negara-negara lain menguasai sumber daya alam, khususnya energi dengan dalih apapun. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar