Keren, Banyuwangi Buat SMK Kreatif, Batam Kapan?

759
Pesona Indonesia
ilustrasi memilih sekolah, SMA atau SMK?
ilustrasi memilih sekolah, SMA atau SMK?

batampos.co.id – Memanfaatkan potensi alam yang ada dan meningkatkan SDM terus dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Tidak perlu teknologi tinggi untuk memulai sebuah terobosan. Diperlukan aksi nyata,” kata Anas di hapan ratusan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya saat memberikan kuliah tamu mengenai Technopreneurship di Gedung Robotika ITS, Sabtu (19/3/2016).

Kehadiran Anas juga dalam rangka menjalin kerja sama dengan kampus tersebut. Dia mengatakan, Kabupaten Banyuwangi ke depan akan meningkatkan kualitas di bidang pendidikan, misalnya dengan membangun sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Gagasan ini juga terinspirasi dari Rektor ITS. Ke depan kami akan menjalin kerja sama tersebut,” tuturnya.

SMK tersebut difokuskan pada bidang kejuruan batik. Sebab, menurut Anas, selama ini permintaan kebutuhan batik dari para turis meningkat pesat.

“Namun, tenaga pengrajin yang tersedia masih minim,” tuturnya.

Selain itu, ketersediaan tenaga SDM menjadi kendala dalam mendukung industri kreatif di Banyuwangi.

“Mayoritas masih lulusan SD. Padahal dibutuhkan SDM yang berkompeten. Adanya SMK kelak dapat menyediakan SDM yang lebih baik,”paparnya. Anas mengatakan, SMK tersebut akan diberi nama SMK Kreatif.

Dia menambahkan, untuk mewujudkan SMK Kreatif, ITS didapuk sebagai salah satu “guru” dalam mengembangakan sekolah tersebut.

“Kami meminta dosen-dosen ahli ITS untuk membina guru-guru di Kabupaten Banyuwangi bagaiman mengembangkan technopreneurship yang baik,” katanya. Targetnya, tahun depan sekolah tersebut sudah dapat terwujud dan menjaring para siswa.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Teknologi Sistem Informasi, Ketut Buda Artana mengatakan, kerja sama dengan Kabupaten Banyuwangi disambut dengan tangan terbuka.

“Kami akan memberikan pelatihan dan bimbingan bagi guru-guru di sana dengan menggandeng para alumni, mahasiswa dan para dosen,” tuturnya.

Untuk mendukungnya, pihak ITS juga akan membuat Jawa Timur Creative Center ITS. “Rencananya akan diwujudkan di daerah Buncitan, Sidoarjo,” ungkap Ketut sapaan akrabnya.

Ketut mengatakan, adanya Jawa Timur Creative Center (JCC) ITS untuk menampung ide-ide kreatif khusunya di kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“JCC ini akan menjadi pusat layanan kreatif untuk masyarakat maupun sekolah yang memiliki jurusan di bidang industri kreatif,” ujarnya. Termasuk, SMK yang memiliki bidang industri kreatif.

Dia menjelaskan, pusat kreatif tersebut dijadikan sebagai wadah sharing bagi UMKM di seluruh Indonesia. Selain itu, demi kesinergisan antara pemberdayaan masyarakat, pendidikan juga disasarnya.

“Dengan menggandeng sekolah yang menghasilkan produk-produk kreatif,” katanya.

Salah satunya dengan SMK Kreatif Kabupaten Banyuwangi. Kerja sama tersebut juga melibatkan banyak pihak, seperti Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan, Badan Ekonomi Kreatif serta pemerintah Provinsi Jawa Timur. Boleh dicontoh, Batam kapan? (ara)

Respon Anda?

komentar