Ngeri! Karyawan Dihantam Lift, Kepalanya Putus, Lalu…

694
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Syofiarman, 32, karyawan PT Teluk Luas, Jalan Bypass Lubuakbagaluang, Padang, Sumbar tewas secara mengenaskan. Itu terjadi setelah korban tertimpa lift pengangkat karet yang datang dari lantai 6, Kamis (17/3) malam pukul 22.00.

Kepala korban putus, lalu menggelinding dari lantai satu ruang penjemuran karet perusahaan tersebut. Sontak, aktivitas kerja pabrik langsung terhenti. Semua karyawan yang sedang tugas malam terkejut.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Jawa Pos Group), malam itu warga Pauh ini sedang beraktivitas di lantai satu gedung penjemuran.

Tiba-tiba saja dia melongokkan kepala ke dalam lorong lift. Di saat bersamaan, lift meluncur dari lantai enam menuju lantai dasar. Lift tersebut menghantam kepala korban yang saat itu berada di lantai satu. Kuatnya hantaman yang menimpa kepala korban menyebabkan separuh kepalanya putus dan jatuh ke lantai dasar.

Darah segar pun berceceran di lantai. Korban langsung meninggal dunia di tempat. Beberapa jam kemudian tim identifikasi yang dipimpin Kapolsek Lubeg Kompol Aljufri turun menuju tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.

“Kecelakaan terjadi pukul 22.00 tadi malam. Korban tidak menyadari lift turun dari lantai empat dan langsung menimpa kepalanya,” kata kapolsek.

Aljufri menambahkan, saat kepala korban jatuh ke lantai dasar (basement), tubuh korban tetap berada di lantai satu. Melihat kondisi itu rekan kerja korban sesama shift malam langsung histeris dan tak bisa berbuat apa-apa.

“Kita sudah menyerahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara penyebab kejadian ini masih kita selidiki,” lanjut Kapolsek.

Direktur Utama PT Teluk Luas, Johan, berjanji akan membenahi sistem keamanan pekerja setelah kejadian tersebut. Ia menyebut, sudah ada aturan tidak dibenarkan pekerja memasuki area lift.

“Kejadian ini murni kecelakaan kerja. Sebab ada aturan dilarang melihat ke bawah melalui lorong lift. Ke depannya, perusahaan akan meningkatkan pengamanaan serta aturan di dalam pabrik,” ucap Johan.

Johan menyebutkan, korban merupakan pekerja penjemur karet dan masuk pukul 15.00 sampai 23.00. “Kita masih memintai keterangan dari pekerja lainnya yang satu shift. Untuk penyelidikan kasus, kami menyerahkan kepada polisi,” tandasnya.(JPG)

Respon Anda?

komentar