Si Jago Merah Mengamuk, Deretan Kedai Ludes Terbakar

464
Pesona Indonesia
Kebakaran di Jalan Kemayoran, Tunggulhitam, Kota Padang, kemarin (19/3). Foto: Padang Ekspres/JPG
Kebakaran di Jalan Kemayoran, Tunggulhitam, Kota Padang, kemarin (19/3). Foto: Padang Ekspres/JPG

batampos.co.id – Sedikitnya satu unit rumah dan enam toko ludes terbakar di Jalan Kemayoran, Tunggulhitam, Kota Padang, Sumbar, ludes terbakar Sabtu (19/3). Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa naas tersebut.

Pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), asap hitam pekat membumbung tinggi di atas langit mendung Tunggul Hitam siang kemarin. Kejadian tersebut sempat menimbulkan kemacetan cukup parah di kawasan tunggul hitam hingga ke jalan Hamka.

Menurut kesaksian sejumlah warga, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.30, api diduga berasal dari sebuah rumah kayu yang berada di belakang deretan kedai dan toko.

Seperti yang diketahui, lokasi tersebut memang kawasan padat pertokoan. Bangunan toko dan rumah penduduk berdiri saling berdempetan sehingga kobaran api dari rumah kayu tersebut dengan cepat menyambar deretan toko lain di depannya.

Api yang membesar terlalu cepat menyulitkan pedagang berhasil menyelamatkan seluruh barang dangangan. Kesaksian beberapa korban kebakaran hanya sebagian kecil barang dangangan dan benda berharga lain yang mampu mereka selamatkan.

“Kejadiannya sangat cepat, belum sempat mikir apinya sudah besar,” ujar Hendri, salah seorang pemilik kedai korban kebakaran.

Menurut catatan Polsek Kototangah, setidaknya ada 6 kedai yang menjadi korban amukan api. Yaitu satu depot isi ulang air galon milik Farida, satu bengkel las milik IRT, satu kedai sayur milik Indriati, satu toko agen tour and travel milik Hendri, satu kedai keperluan sehari-hari milik Linda dan satu kedai sate milik Sabirin.

Beruntung petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) datang tepat waktu. Puluhan petugas damkar serta 7 unit mobil pemadam kebakaran dan dibantu puluhan warga, Polisi dan TNI AU, dapat menjinakan amukan sijago merah sekitar pukul 12.45.

“Untung saja bisa cepat dipadamkan, bayangin saja, baru sebentar sudah 6 bangunan yang kena,” ujar Uwan, 34, salah seorang pemilik toko yang tokonya selamat dari amukan api.

Salah seorang saksi mata, Linda yang juga kedainya ikut habis terbakar menuturkan saat kejadian dirinya sedang memasak, tiba-tiba dari luar suami Linda, Suherman, berteriak memberitahukan Linda agar segera keluar dari kedai.

Di luar kedai Linda melihat kobaran api dan asap hitam sudah mengepul dari arah belakang deretan kedai tersebut. Sontak linda berteriak memberitahukan kepada pemilik dan penyewa kedai tetangganya.

Kapolsek Kototangah, Kompol Jon Henry mengatakan kerugian ditaksir mencapai Rp 700 juta dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa naas tersebut.

Mengenai penyebab kebakaran, jon Henry belum dapat memastikannya karena masih dalam penyelidikan. “Penyebab kebakaran belum diketahui karena masih dalam penyelidikan Polsek Kototangah,” ujarnya.(JPG)

Respon Anda?

komentar