Sistem Kualifikasi Baru F1 Bikin Penggemar Kecewa

586
Pesona Indonesia
Pebalap F1 dari tim Ferrari, Sebastian Vettel (jerman) bersiap menggeber Ferrari SF15-T saat kualifikasi  di Albert Park, Melbourne , Australia, Sabtu 14 Maret 2015. Pada Sesi Kualifikasi Sabtu (19/3/2016) di sirkuit yang sama Vettel hanya berada di posisi ketiga. Foto: Images Sutton Motorsport
Pebalap F1 dari tim Ferrari, Sebastian Vettel (jerman) bersiap menggeber Ferrari SF15-T saat kualifikasi di Albert Park, Melbourne , Australia, Sabtu 14 Maret 2015. Pada Sesi Kualifikasi Sabtu (19/3/2016) di sirkuit yang sama Vettel hanya berada di posisi ketiga. Foto: Images Sutton Motorsport

batampos.co.id -Sitem knockout dalam kualifikasi yang diterapkan di ajang jet darat musim ini membuat kecewa para penggemar F1. Penonton tidak bisa melihat semua mobil F1 bertarung untuk memperebutkan posisi terbaik hingga menit akhir kualifikasi.

Memang, pada babak kualifikasi Grand Prix Australia, di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Sabtu (19/3/2016), juara dunia Lewis Hamilton merebut pole position, dan akan start di depan rekan setim sendiri, Nico Rosberg.

Namun Ferrari yang digadang-gadang bisa mengganggu dominasi Silver Arrow, seolah “menyerah” begitu saja. Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen bakal start di urutan 3-4. Mereka memilih tidak melakukan perlawanan di menit-menit akhir kualifikasi.

Bahkan, enam menit sebelum sesi ketiga kualifikasi berakhir, Vettel sudah berada di garasi, dan Ferrari sudah menyatakan tidak akan keluar ke lintasan.

Hamilton mengelilingi lintasan sepanjang 5,3 km dalam waktu 1 menit, 23,837 detik. Sekitar seperempat detik lebih cepat dari Rosberg. Pasangan Ferrari sama-sama sekitar satu detik lebih lambat!

Babak kualifikasi kemarin merupakan yang pertama menggunakan sistem knockout terbaru. Para pembalap dieliminasi satu per satu saat sesi masih berlangsung. Harapannya supaya terjadi lebih banyak drama.

Kenyataannya, kualifikasi seperti jadi ajang “menyerah satu per satu”. Sadar tidak bisa melakukan lap perlawanan atau pembalasan, mereka yang di belakang lebih memilih masuk ke garasi.

Bila tahun lalu para pembalap berebut pole atau posisi sampai menit akhir, Sabtu (19/3/2016) tidak ada satu pun mobil berputar di lintasan saat sesi berakhir.

Usai babak kualifikasi, banyak pihak langsung melontarkan kecaman. Termasuk dari tiga pembalap tercepat!

Menurut Hamilton, para pembalap dan engineer sudah mengingatkan kalau sistem baru tidak akan berakhir baik. Dan sekarang itu terbukti.

“Memang baik F1 telah mencoba (melakukan sesuatu yang baru). Tapi kita harus kembali (ke sistem lama). Demi para penggemar”, timpal Nico Rosberg.

Vettel menambahkan: “Untuk penonton di tribun, saya rasa ini bukan cara yang tepat karena tidak ada mobil untuk ditonton. Mereka ingin melihat Lewis, Nico, Kimi atau siapa saja memaksakan mobil hingga batas kemampuan di akhir sesi, di saat lintasan dalam kondisi terbaik”.

Komentar lebih keras muncul dari para bos tim dan petinggi F1. Christian Horner, principal Red Bull, bahkan sampai menyatakan F1 harus minta maaf kepada para penggemar!

Bernie Ecclestone, bos komersial F1 yang menonton lewat televisi, langsung menyatakan bahwa perubahan akan dilakukan sebelum seri berikutnya di Bahrain.

Sedangkan untuk lomba hari ini, penggemar Ferrari tetap berharap Vettel dan Raikkonen masih bisa melakukan perlawanan. Dan menurut Vettel, peluang untuk itu masih ada. Karena race pace Ferrari lebih dekat ke Mercedes daripada qualifying pace.

“Besok akan lebih dekat,” katanya.

Grand Prix Australia, Minggu hari ini (20/3/2016) akan berlangsung 58 putaran. Cuaca diprediksikan bakal cerah. (azrul ananda/bobby arifin/candra kurnia/jpgrup) 

Respon Anda?

komentar