APBD 2016 Telat Diketok, Proyek Infrastruktur di Batam Terancam Molor

1345
Pesona Indonesia
Sejumlah pekerja sedang mengerjakan pembangunan drainase di depan Perumahan Cendana Batam Centre. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah pekerja sedang mengerjakan pembangunan drainase di depan Perumahan Cendana Batam Centre.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan infrastruktur di Batam sepertinya tidak akan selesai tepat waktu di 2016 ini.

Hingga saat ini, pengerjaan proyek fisik tak kunjung dimulai. Bahkan diperkirakan, pembangunan baru akan dimulai pada pertengahan tahun atau Juni mendatang.

“Saat ini masih dalam proses administrasi dan perencanaan. Belum bisa kita pastikan secara keseluruhan, proyek mana saja yang akan dikerjakan,” kata Asril, Kepala Dinas Tata Kota, Pemko Batam, Minggu (20/3/2016).

Asril juga mengakui belum tahu total anggaran untuk masing-masing proyek yang akan dikerjakan. Di mana saat ini hal tersebut masih dalam pembangunan. Meski menurutnya, ada beberapa proyek yang sudah dipastikan untuk dikerjakan.

“Kalau seperti lanjutan pembangunan lapangan bola di Batu Besar pasti lanjut. Pedestrian di Nagoya juga akan kita kerjakan, tetapi belum tahu anggarannya berapa,” katanya.

Meski demikian, ia optimis, pengerjaan semua proyek di Distako ini akan tepat waktu. Meskipun memang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pembangunan tahun ini yang paling lambat.

“Ini juga karena APBD kita prosesnya sangat lambat. Makanya jadi seperti ini,” katanya.

Muhammad Yunus Muda, anggota komisi III DPRD Kota Batam mengatakan lambatnya pembangunan proyek fisik tahun ini dikarenakan APBD 2016 yang lama diketok. Belum lagi sempat tertahan beberapa minggu di Gubernur Kepri.

“Kita kan memang terlambat mensahkan APBD ini. Di Propinsi juga lama. Makanya kalau dibandingkan tahun lalu, kita ini memang sudah terlambat. Belum ada proyek yang sudah jalan,” katanya.

Yunus memprediksi, pembangunan fisik proyek  kemungkinan baru akan dimulai pada Juni mendatang. Tetapi untuk proyek yang sudah ada Detail Engineering Design (DED) bisa mulai dikerjakan  pada akhir April atau Mei mendatang.

“Sekarang ini masih dalam perencanaan. Setelah itu baru kemudian akan dilakukan pelelangan. Mungkin Juni baru mulai pengerjaan,” katanya.

Riki Indrakari, ketua komisi IV DPRD Kota Batam juga mengakui pembangunan fisik seperti sekolah juga belum jalan. Ini tidak lepas dari berbagai kebijakan pengelolaan beberapa SMA yang akan dikelola oleh Provinsi Kepri.

“Mungkin April sudah mulai jalan. Tetapi memang belum jalan sampai sekarang. Intinya ini masalah anggaran,” katanya. (ian/bp)

Respon Anda?

komentar