Balapan Liar, 10 Pelajar Diamankan Polisi

941
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 10 pelajar yang duduk dibangku sekolah tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Bintan diamankan anggota Mapolsek Gunung Kijang saat melaksanakan giat patroli di Jalan Galang Batang, Sabtu (19/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Pelajar yang merupakan anak-anak asal Kampung Bangun Rejo, Kelurahan Kawal, ini diamankan karena kedapatan menggelar balap liar.

“Saat kita melaksanakan giat patroli, kita melihat ada anak-anak tempatan sedang balap liar. Jadi kita amankan, semuanya berjumlah 10 orang yang masih berstatus pelajar,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman usai membina anak-anak tersebut di kantornya.

Lokasi giat patroli yang dilaksanakannya saat itu meliputi Kawasan Pasar Malam, Kawasan Pegadaian, Jalan Galang Batang, Kampung Bangun Rejo, Kawasan PDAM gesek, Kawasan Perkebunan Tirtamadu Batu 20, Kawasan Desa Toapaya, Jalur Lintas Barat dan sekitarnya. Namun saat mobil patroli menuju Jalan Galang Batang, didapati sekumpulan anak-anak tempatan sedang beraksi saling kebut-kebutan kendaran atau balap liar. Sehingga anggota patroli saat itu memberikan tindakan teguran serta membubarkannya.

Tetapi satu jam kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, lanjutnya, sekumpulan anak-anak tersebut berulah kembali dengan saling memacu kendaraannya di jalur tersebut. Sehingga dengan terpaksa polisi patroli langsung mengamankan seluruh anak-anak yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian juga dua unit kendaraan yang digunakan untuk balap liar yaitu Yamaha Fiz R Sporty dan Honda Supra.

“Selain pelajar kita amankan dua unit kendaraan bermotor roda dua yang digunakan untuk balap liar. Bahkan dua kendaraan tersebut tidak memiliki dokumen resmi alias bodong,” katanya.

Hingga Minggu (20/3), lanjutnya, 10 pelajar yang terlibat balap liar masih ditahan di sel Mapolsek Gunung Kijang. Mereka semuanya akan dibebaskan jika masing-masing orang tuanya datang ke mapolsek dan membuat surat pernyataan. Sedangkan dua unit kendaraan yang diamankannya akan diserahkan ke bagian Satlantas Polres Bintan guna proses hukum lebih lanjut.

“Mereka baru bisa keluar dari sel kalau orang tuanya datang dan membuat surat pernyataan tidak akan balapan liar lagi di kawasan tersebut,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar