Di BAP, Polisi Sebut Wardiaman Tusuk Punggung Nia Sebelum Dinodai

1405
Pesona Indonesia
Wardiaman saat mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang perdana pembunuhan Nia, siswi SMAN 1 Batam, di Batam, Senin sore (21/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Wardiaman saat mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum pada sidang perdana pembunuhan Nia, siswi SMAN 1 Batam, di Batam, Senin sore (21/3/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sidang perdana Wardiaman Zebua, terdakwa pembunuh Dian Milenia Trisna Afiefa alias Nia, siswi SMAN 1 Batam, mengungkap fakta yang mencegangkan.

Berdasarkan Berkas Acara Pidana (BAP) kepolisian yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bani Imanuel Ginting dan Rumondang Manurung, polisi menyebut Wardiaman menusuk punggung Nia sebelum menyetubuhinya.

Jaksa Bani menuturkan, berdasarkan BAP polisi, pembunuhan itu bermula saat terdakwa berangkat dari rumahnya pada Sabtu 26 September 2016.

Pagi itu, kata Jaksa, Wardiaman dengan sengaja membawa sebilah pisau. Pada pukul 07.55 terdakwa menghubungi saksi Joni untuk meminta ijin terlambat masuk kerja.

Rupanya Wardiaman menemui korban (Nia) di jalanan yang pagi itu berangkat ke sekolah. Wardiaman sengaja memberhentikan Nia dengan alasan Nia hampir mencelakakan Wardiaman saat berkendara.

Wardiaman kemudian menggiring Nia hingga tak jauh dari GOR Tiban. Di sana Nia memarkirkan kendaraan lalu Nia dipaksa ikut Wardiaman ke arah hutan Seiladi.

Sampai di hutan Seiladi, beberapa meter dari jalan utama, polisi menyebut Wardiaman menusuk punggung kiri Nia yang membuat Nia terkulai lemas.

Dalam kondisi lemas itulah, polisi menyebut Wardiaman menyetubuhi Nia lalu kembali menusuk leher Nia hingga memutuskan saluran pernapasan Nia.

Jaksa juga membacakan hasil autopsi dokter kesehatan kepolisian yang menyebutkan kalau Nia disetubuhi sebelum saluran pernafasannya putus ditusuk pelaku.

Usai disetubuhi dan dibunuh, polisi di BAP menyebut Wardiaman kemudian meninggalkan Nia dalam kondisi telentang tanpa busana dan tak bernyawa lagi.

Esoknya, Minggu 27 September 2015, mayat Nia ditemukan warga yang sedang menggelar kegiatan kemah tak jauh dari tempat Nia tewas. (eggi/nur)

Respon Anda?

komentar