Diduga Tengelam, Warga Tanjung Sengkuang Tewas di Pantai Melayu Galang

908
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Arti Nur, warga RT 06 /RW 05 kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar tewas tenggelam di Pantai Melayu, Galang, Minggu (20/3) sekira pukul 16.00 WIB. Sebelum jenazahnya dibawa ke RSBP Batam, Sekupang, pemuda 20 tahun itu sempat dilarikan ke klinik Marinir di Jembatan IV Barelang, namun nyawanya sudah tak tertolong lagi.

Kapolsek Galang AKP Septimaris mengatakan, sebelumnya, Nur diketahui datang ke Pantai Melayu bersama enam rekan seusianya. Mereka semua adalah warga Batu Ampar.

Rombongan pemuda itu tiba di pantai Melayu sekira pukul 15.00 WIB. Di sana mereka sempat bermain bola di bibir pantai hampir sejam. Jelang pukul 16.00 WIB, mereka berhenti bermain bola dan hendak beranjak pulang.

“Sebelum pulang beberapa sempat mandi, nah mungkin saat itulah korban ini tenggelam, karena saat kawan-kawannya mau pulang, dia tak kelihatan,” kata Septimaris, Senin (21/3)

Setelah memastikan Nur tak berada di darat, rekan-rekan korban melaporkan kehilangan Nur ke warga sekitar dan pihak Kepolisian Galang.

Warga yang melakukan pencarian di pantai sekitar lokasi rombongan pemuda itu berenang akhirnya menemukan jasad Nur di laut pada kedalaman sekitar 1,5 meter. “Sempat dibawa ke klinik di Mako Marinir, tapi memang sudah meninggal,” ujar Septimaris.

Meskipun diakui sejumlah saksi bahwa Nur meninggal karena tenggelam, namun Septimaris mengaku belum bisa memastikan keterangan tersebut sebagai penyebab pasti kematian Nur.

“Itulah yang lagi kami selidiki. Kenapa tenggelam di kedalaman air hanya 1,5 meter. Apakah korban ada riwayat penyakit atau apa akan kami dalami lagi. Kita tunggu saja hasil visum dari rumah sakit,” katanya.

Sehingga langkah selanjutnya, sambung Septimaris selain meminta keterangan dari keluarga, polisi juga akan meminta keterangan dari rekan-rekan korban yang ikut ke pantai Melayu itu. “Sekarang belum bisa ambil keterangan dari saksi-saksi rekan korban karena mereka masih sibuk dengan kematian korban,” ujar Septimaris. (eja)

Respon Anda?

komentar