Eks-Dirkemenpar: Di Singapura Danau Toba Tak Pernah Dipromosikan

573
Pesona Indonesia
toba
Danau Toba jangan cuma menjual “air”.

batampos.co.id –  Mantan Direktur Pemasaran Dalam Negeri Kementerian Pariwisata M. Faried Moertolo mengatakan rute penerbangan potensial yang harusnya digarap untuk mendatangkan wisatan ke Danau Toba adalah Batam-Silangit.

“Dari Batam potensi masuknya wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara tetangga lainnya cukup besar. Sayangnya, pemda-pemda yang ada di sekitar Danau Toba, dan juga Pemprov Sumut, selama ini hanya diam saja,” ujar Faried Moertolo kepada JPG di Jakarta, Minggu (20/3).

Dia menjelaskan, selama ini sudah ada Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di 13 negara. Antara lain di Singapura, Malaysia, Australia, China, Korea, Jepang, India, Rusia, Belanda, Timur Tengah, Belanda, Jerman, Perancis.

Jangankan ke negara-negara yang jauh, di Singapura dan Malaysia saja, lanjut Faried, pemda-pemda yang ada di Sumut tidak pernah memanfatkan VITO yang ada di sana untuk mempromosikan Danau Toba.

“Di Singapura tidak pernah ada promosi Danau Toba. Kepala Kantor VITO di sana namanya Sulaiman Shehdek, bagus dia, tapi tidak pernah dimanfaatkan oleh pemda-pemda yang ada di Sumut,” terang Faried.

Kementerian Pariwisata sendiri, lanjutnya,  selama ini mempromosikan seluruh destinasi wisata yang ada di Indonesia, di negara-negara yang sudah ada VITO-nya itu. Artinya, tidak hanya Danau Toba saja yang dipromosikan.

“Nah, mestinya Pemda yang lebih fokus mempromosikan Danau Toba. Tapi peluang besar wisatawan kawasan Asia Tenggara saja tidak pernah digarap. Rute Batam-Silangit yang potensial disia-siakan,” ujarnya.

Karena itu, menurut Faried, pemda-pemda di Sumut harus mulai sadar dan mau berubah sikap. Pasalnya, meski pun nantinya Danau Toba akan dikelola sebuah Badan Otorita, tetap saja peran dan keterlibatan pemda sangat menentukan.

“Kalau para birokrat pemda cara berpikirnya masih kampungan, ya bagaimana nanti mereka bisa menyiapkan atraksi-atraksi yang menarik bagi wisatawan. Karena atraksi-atraksi merupakan bagian penting dari sebuah destinasi wisata. Karena dari dulu, hanya air saja yang disuguhkan untuk wisatawan yang datang ke Danau Toba,” pungkasnya. (asp/metrosiantar/RPG/JPG)

Respon Anda?

komentar