Hari Terakhir, Belum Ada Bakal Calon Rektor UMRAH yang Mendaftar

718
Pesona Indonesia
Winata Wira
Winata Wira

batampos.co.id – Setelah tiga pekan lamanya Panitia Pemilihan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang membuka masa pengembalian berkas bakal calon rektor, rupanya belum ada satu pun calon yang mendaftarkan keikutsertaannya pada pemilihan rektor masa jabatan empat tahun ke depan ini.

“Sudah tiga minggu dan belum ada satu pun berkas yang masuk ke kami,” ungkap ketua panitia, Winata Wira, Minggu (20/3).

Sementara berdasarkan tahapan-tahapan yang telah disepakati, Senin (21/3) pagi ini adalah tenggat terakhir bagi dosen di lingkungan UMRAH yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan dirinya sebagai bakal calon orang nomor satu di perguruan tinggi negeri ini. Wira sendiri tidak mengerti mengapa hingga kemarin belum ada satu pun dosen yang sudah terang-terang memenuhi syarat, tapi belum juga mendaftarkan keikutsertaannya secara resmi.

“Kami tidak berhak intervensi. Kalau memang mau ikut Pilrek ya sampai besok (hari ini, red) masih kami tunggu,” ucap dosen Fakultas Ekonomi ini.

Namun, bila tenggat yang diputuskan tidak ada juga satu pun yang mengembalikan berkas pendaftarannya ke panitia, kata Wira, akan kembali dilakukan sidang senat untuk mengambil keputusan lanjutan mengenai hal ini. “Kami selaku panitia hanya menjalakannya saja. Segala kebijakan harus berpulang pada sidang senat universitas,” ucap Wira. Tapi besar harapan Wira hari ini dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi mereka yang berkompeten, memenuhi syarat, dan ingin memimpin UMRAH Tanjungpinang bisa segera mendaftarkan keikutsertaannya ke panitia.

Sepencatatan Batam Pos, ada lima dosen di lingkungan UMRAH Tanjungpinang yang secara de facto bisa mengikuti prosesi suksesi rektor secara terbuka kali perdana ini. Ada Profesor Syafsir Akhlus yang notabene rektor petahana, ada Wakil Rektor I Profesor Firdaus LN, ada Doktor Bustami yang kini Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, lalu Doktor Abdul Malik yang sedang menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan terakhir ada Doktor Novrizal yang masih aktif menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

Bila memang hari ini ada berkas bakal calon rektor yang diterima panitia, ada proses verifikasi terlebih dahulu sebelum nama-nama calon rektor ditetapkan. Untuk kemudian, sambung Wira, bakal diserahkan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Setelah sebelumnya juga dilkukan proses pemungutan suara tahap penyaringan.

Setelah berkas berisikan nama-nama calon Rektor UMRAH Tanjungpinang itu berada di meja menteri, tahapan selanjutnya adalah tahapan final berupa proses pemungutan suara. Sesuai jadwalnya, tahapan akhir itu akan dilaksanakan pada tanggal 13 April 2016 mendatang secara tertutup.

Ada pun para pemilihnya terdiri dari 19 orang anggota senat dan perwakilan Menteri. Wira menjelaskan, sebanyak 65 persen hak suara berada di tangan Senat. Sementara 35 persen sisanya berada di tingkat kementerian. Sehingga, peraih suara terbanyak di tingkat senat belum tentu menjadi rektor terpilih. Karena mesti terlebih dahulu dikalkulasi dengan perhitungan 35 persen suara di tingkat kementeran.

“Aturannya memang seperti itu. Kami merujuk Pasal 7 huruf (e) Permenristek Dikti Nomor 1 Tahun 2015,” ungkap Wira.

Wira berharap melalui suksesi Rektor UMRAH periode 2016-2020 ini, perguruan tinggi negeri ini dapat terus memantapkan usaha mengembangkan institusinya. “Sesuai visi UMRAH sebagai Universitas Terkemuka di Indonesia berbasis Kemaritiman,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar